Celebrity
Bisnis Hightech Ashton

19 Feb 2014

Kekasih Mila Kunis ini mengakui bahwa dirinya senang mencoba hal baru. “Saya belajar dari ayah saya. Selain itu, saya juga tidak mau gagal. Karena itu, saya selalu berusaha memiliki rencana cadangan, seandainya hal yang sedang saya jalani tidak berhasil,” papar Ashton Kutcher.

Tak heran jika ia senang menyibukkan diri dengan melakukan pekerjaan lain. Salah satunya, berinvestasi di beberapa start-ups teknologi, seperti Skype, Foursquare, Airbnb, Path, dan Fab.com. Orang pertama dengan follower 1 juta di Twitter ini memang memiliki ketertarikan khusus pada dunia teknologi.

Keseriusannya dalam bidang teknologi inilah yang menarik perhatian dan membuatnya digandeng sebagai Product Engineer Lenovo, perusahaan teknologi asal Cina. Pengumuman bergabungnya ia dan Lenovo dilakukan berbarengan dengan launching tablet terbaru Lenovo, Yoga. Bahkan katanya, Ashton punya andil dalam mendesain tablet tersebut. Menurut www.businessinsider.com, Lenovo merekrut Ashton untuk mengembangkan dan memasarkan line tablet Yoga dengan memberikan masukan dan membuat keputusan atas desain, spesifikasi, software, serta inovasi fungsinya.

Sebenarnya nyemplung di dunia bisnis teknologi ini bukan yang pertama bagi Ashton. Pada tahun 2007, ia juga pernah terlibat sebagai creative director dalam pendirian Ooma, sebuah start-up teknologi yang berkonsentrasi pada bisnis VOIP (Voice Over Internet Protocol). Tak cukup sampai di situ, pria ini juga mendirikan media interaktif Katalyst Media sebagai media promosi film. Untuk bisa menyokong dana investasi bagi start-ups teknologi yang ia minati, bersama teman-teman lamanya, Guy Oseary dan Ron Burkle, Ashton mendirikan venture capital fund A-Grade Investments.

Forbes menilai, kunci kesuksesan Ashton dalam menjadi investor start-ups teknologi adalah insting bisnisnya yang kuat. Lihat saja, tiga bulan setelah ia berinvestasi pada Skype di tahun 2009, Microsoft membeli perusahaan online video call itu senilai 8,6 miliar dolar Amerika (sekitar Rp86 triliun). Nilai investasi Ashton pun naik hingga tiga kali lipat.

Meski begitu, kunci terpenting dari kesuksesannya adalah filosofi bisnisnya. “Jika kita bisa menciptakan efisiensi dalam hal yang biasa-biasa saja, maka kita sedang mengakselerasi jalan kita menuju kebahagiaan. Jika kita bisa membantu orang menemukan cinta, pertemanan, dan kesehatan, uang akan datang dengan sendirinya,” ujar Ashton, yang berpenghasilan 24 juta dolar Amerika (sekitar Rp240 miliar) pada tahun 2013, menurut majalah Forbes.

Dengan penghasilan sebesar itu, tak heran jika pria ini pun tak mau asal menerima peran yang datang kepadanya, hanya demi mendapatkan honor dan popularitas. “Uang bukan lagi masalah bagi saya. Penghasilan dari serial TV yang saya bintangi cukup untuk membayar tagihan dan biaya hidup. Saya ingin menikmati hidup dengan hanya melakukan hal yang benar-benar saya sukai,” papar pengganti Charlie Sheen dalam serial Two and a Half Men, yang juga aktor TV dengan bayaran tertinggi, ini.  

EKA JANUWATI
FOTO: SIPA



 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?