Home Interior
Biru dan Putih Pada Porselen Hunian Chinoserie

26 Mar 2013


Teknik dekorasi warna biru kobalt tampaknya datang dari Timur Tengah pada abad ke-9 melalui eksperimen dekoratif. Pigmen warna biru kobalt yang digali dari tambang lokal di Iran dari abad ke-9, dan kemudian diekspor sebagai bahan baku ke Cina. Pada awal abad ke-14 produksi masal sepenuhnya dikembangkan secara halus pada porselen tembus pandang warna biru dan putih.

Perkembangan ini disebabkan oleh kombinasi teknik Cina dan perdagangan dengan negeri-negeri Islam pada masa itu. Warna biru dimungkinkan oleh kobalt dari Persia yang disebut warna "Biru Islam", dikombinasikan dengan kualitas putih porselen Cina. Kobalt biru dianggap sebagai komoditas yang berharga, dengan nilai sekitar dua kali lipat dari emas. Produksi barang biru dan putih terus dilakukan di Jingdezhen, cina  sampai hari ini. Porselen biru dan putih Oriental sangat dihargai di Eropa dan Amerika dan kadang-kadang ditingkatkan nilainya dengan ditambahkan material dengan perak halus dan emas. 

Pada akhirnya gaya chinoiserie berakar dalam keanggunan abadi dan pola yang terus mempengaruhi dan menginspirasi dunia desain hingga saat ini.(f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?