Trending Topic
Bermain Peran dalam Kostum

8 Feb 2016

Walau sebenarnya bukan hal baru, tak banyak yang tahu memang tentang cosplay, terutama di Indonesia. Namun, mereka yang meminati dunia ini makin berani bertransformasi menjadi persona yang lain melalui kostum-kostum yang mereka kenakan. Seperti apa revolusi tren ini yang mulai meramaikan para penikmat anime di tanah air?

Seorang wanita muda berambut cokelat terang dengan busana maid warna-warni yang cerah berjalan santai di depan kerumunan orang yang memperhatikannya. Ia seperti seorang gadis Jepang imut dalam game Love Live bernama Minami Kotori. Sementara, seorang pria dengan kain bersimbol khusus tertempel di dahinya, seperti dalam kartun Jepang paling terkenal, Naruto, tampak bertingkah laku mirip seperti karakter yang sesungguhnya.
Penampilan mereka yang mencolok dan berbeda dari kebanyakan orang menjadi magnet perhatian bagi banyak orang  yang hadir di Cosplay Competition, 13 Desember lalu. Mereka terlihat begitu menikmati menjadi ‘orang’ lain lewat kostum, make up wajah, dan tataan rambut yang maksimal.

Di era sekarang, ketika segala sesuatu tidak lagi dibatasi oleh geografi, kita sering melihat hal-hal baru yang menjadi tren di berbagai belahan dunia lain. Salah satunya adalah beragam festival Jepang atau kompetisi yang dikhususkan untuk para pencinta anime, istilah untuk film kartun Jepang, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan Negeri Sakura tersebut. Cosplay pun mulai menunjukkan taringnya.

Apa itu cosplay? Kata cosplay berasal dari kata ‘costume’ dan ‘play’. Namun, makna ‘play’ di sini lebih luas dari sekadar bermain-main. “Play yang dimaksud dalam cosplay itu adalah role-play, yang bermakna memerankan suatu karakter tertentu,” kata Ferdi F.A., dari komunitas Cosplay Jakarta.

Banyak yang mengira bahwa tren cosplay datang dari Jepang. Sebenarnya, cosplay sudah lebih dulu dikenal di negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, tempat   komik superhero berasal.

"Hanya, mereka belum menamainya cosplay. Mereka hanya meniru penampilan dan kostum superhero dalam acara fan gathering," ceritanya. Namun kemudian, seorang editor sebuah majalah dari Jepang membawa tren tersebut ke negaranya, yang kemudian ia namakan cosplay.

Tren cosplay dengan berbagai kostumnya yang heboh dan unik masuk ke tanah air sejak awal tahun 2000-an, melalui pengaruh media Jepang yang membawa tren tersebut di acara-acara festival Negeri Sakura ini di tanah air. Misalnya,  pengenalan melalui acara-acara budaya Jepang,  baik yang diadakan di kampus ataupun pusat perbelanjaan dalam skala kecil.

Lambat laun, penggemar anime melihat hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk disebarkan secara lebih masif. Sehinggam akhirnya di tahun 2004  kian tumbuh komunitas-komunitas kecil yang terdiri dari para penggemar anime yang juga menjadi seorang cosplayer. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?