
1. Selera Personal
Kepercayaan diri untuk mencoba tren berarti mendorong berpikir berani dan memiliki nyali untuk menginterpretasikan gaya desain yang lebih luas. Tidak ada lagi kebutuhan untuk menempatkan gaya dalam kategori tetap seperti ‘tradisional’, ‘modern’, ‘industrial’, atau ‘alami’. Gaya desain interior tahun ini mewakili sebuah gaya personal bercampur dengan nilai eklektik. Memilih pernik interior yang dapat merepresentasikan diri Anda secara individual.

2. Aksesori Bermakna
Ketika berada di sebuah ruangan, objek dekoratif di sekitar ruang adalah aksesori. Pilih benda bersejarah atau foto dengan makna pribadi sebagai jati diri dekoratif Anda.

3. Karya Seni
Ayo, coba hal berani yang kreatif. Bisa dimulai dengan mencari barang bekas tak terpakai, atau masih terpajang namun sudah ketinggalan zaman. Kalau punya sepeda yang sudah tidak digunakan, coba copot rodanya dan gabungkan dengan kap lampu vintage. Minta saja bantuan tukang atau pergi ke bengkel kerja interior yang khusus mengerjakan bongkar pasang barang lama menjadi barang baru.
Jika suka karya seni pahat seperti patung, lengkapi selera desain Anda dengan menambahkannya ke dinding ruang. Ini akan menciptakan dimensi baru pada dinding. Berbagai bahan dan tekstur, seperti tanduk atau piring porselen Cina, bahkan mampu memberikan focal point yang unik.

4. Unsur Alami
Bahan-bahan alami yang ada dalam ruangan bukan hanya milik seni arsitektur, tapi juga interior dengan kain dan perabot. Misalnya, karpet kulit sapi membuat ruangan tampil sangat unik dan berbeda.

5. Jenis Kayu Ringan
Selama bertahun-tahun, warna gelap kayu seperti mahoni, jati, dan sonokeling mendominasi pasar mebel kayu. Tahun ini jenis warna karamel dan madu akan lebih menonjol pada benda kayu. Tampilannya terlihat lembut sehingga menyatu dengan gaya desain masa kini dan membuat perabot jauh dari kesan ‘berat’ dan ‘tua’.(f)


