Celebrity
Ayu Gani, Transformasi Si Tomboi dari Solo

21 Sep 2015

Membawa gelar juara Asia’s Next Top Model jelas mempermudah langkah Ayu Gani (23), Pemenang Favorit Wajah Femina 2011, menapaki karier modeling internasional. Terlebih lagi, kini ia berada di bawah naungan Storm Model Management, modeling agency besar yang bermarkas di Chelsea, London, Inggris, yang pernah menangani model dan selebritas sekelas Carla Bruni, Alexa Chung, Kate Moss, hingga Emma Watson. Meski begitu, ia lebih senang jika orang mengenalnya sebagai Gani saja, bukan Gani Asia’s Next Top Model.

Sejak menginjakkan kaki di London, Gani punya jadwal rutin harian  tiap pukul 5 sore: menelepon agensinya untuk menanyakan jadwal casting esok hari. “Berbeda dengan di Indonesia, semua pekerjaan modeling di Eropa harus melewati proses casting. Enggak hanya itu, di sini model pun dituntut lebih mandiri, termasuk untuk mencari tahu jadwal casting serta mencari tempat foto atau casting sendiri,” ujarnya, bersemangat.

 Tidak ada privilege bagi dirinya yang juara kompetisi modeling top di Asia. Fakta bahwa ia datang dari benua nun jauh dan baru pertama kalinya menginjakkan kaki untuk bekerja di Eropa pun, tidak memberinya keringanan sedikit pun. Meski begitu, bukannya merasa terhambat, ia justru memandang ini sebagai tantangan.

 Satu keuntungan baginya menjadi ‘anak’ dari Storm Model Management. Menyebut nama Storm saja, ia langsung dinaikkan ke daftar antrean terdepan saat casting. “Sudah begitu, casting-nya pun untuk fashion brands dan desainer-desainer besar,” paparnya.

 Meski begitu, keuntungan itu tak lantas menjamin jalannya mulus bebas hambatan. Terlebih lagi, jika di Indonesia ia tergolong sudah punya nama dan sudah menjalin hubungan baik dengan fotografer, fashion brand, maupun desainer, di London ia harus kembali memulai dari nol. “Saya kembali harus berkenalan dengan fotografer-fotografer dan lebih rajin ikut casting,” tuturnya.

 Keuntungan lain ia rasakan sebagai model berwajah Asia. Karakter wajahnya menjadi jauh lebih unik dan menjual dibandingkan model-model berwajah Kaukasia yang mendominasi pasar Eropa. “Di sini jarang ada model Asia, jadi kesempatan pun lebih banyak. Tapi di sisi lain, saya juga harus bersaing dengan model-model Kaukasia bertubuh tinggi,” jelasnya, tertawa.

 Namun, ia tidak membiarkan postur tubuhnya yang terbilang mungil --jika dibandingkan model-model jangkung-- itu membuatnya tidak percaya diri. Dengan bekal ilmu modeling yang ia dapat di Wajah Femina, pengalaman sebagai model runway dan foto di Indonesia, serta persiapan sebagai model internasional selama karantina Asia’s Next Top Model, ia mencoba menaklukkan London.

 Terbukti, ia sudah ‘laku’ dipekerjakan sebagai model foto di beberapa majalah dan campaign beberapa brands di London. “Sebenarnya, ukuran sukses atau tidaknya itu biarlah orang lain yang menilai. Tapi bagi saya, hal-hal seperti ini sudah merupakan pencapaian berarti dan pembuktian akan kemampuan saya. Hal ini juga membuktikan bahwa ternyata tinggi badan saya yang pas-pasan bukan masalah berarti di sini,” ungkapnya. (f)

EKA JANUWATI


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?