Celebrity
Ayu Dewi, Psikolog Gagal

16 Oct 2011

Sadar memiliki bakat di dunia hiburan, ia pun mencoba keberuntungannya dengan menjadi model di halaman mode majalah remaja dan iklan. Setelah itu, lulusan Jurusan Marketing Communication London School ini pun berusaha menjalani pekerjaan sebagai MC off air, traveling TV show, dan beberapa acara televisi lain. Di sela-sela kesibukannya sebagai presenter, ia masih menyempatkan diri berperan di beberapa film, di antaranya Mereka Bilang Saya Monyet (2007), Tiren (2010), dan Pengantin Sunat (2010).

Minat Anda banyak sekali, sebenarnya goal terbesar Anda apa?
My goal is become a TV Personality.  Menjadi artis bukan mimpi besar saya. Yang saya lakukan saat ini adalah mewujudkan keinginan besar  saya, menghibur orang banyak melalui pekerjaan saya, TV-hosting. Kalaupun pada akhirnya saya mendapat sebutan artis, saya rasa itu adalah bonus.

Sebagian mimpi Anda sudah tercapai, ya?
Ya, dari menjadi presenter acara televisi, siaran radio prime time, sampai membawakan TV program stripping (setiap hari).

Tantangan terberat dalam mencapai impian?
Saya adalah seorang pemimpi, segala sesuatu saya mulai dari mimpi. Jadi, kalau ada yang kayaknya agak berat, saya akan fokus pada mimpi saya dan berusaha lebih keras lagi mewujudkannya.

Awalnya melucu di atas panggung, bagaimana rasanya?
Malu, sih, nggak, cuma takut saja  nggak ada yang tertawa di panggung.
Pernah punya pengalaman tak enak saat membawakan acara?
Pernah. Saat itu saya membawakan acara di sebuah mal. Penontonnya itu jaim banget. Untuk mencairkan kebekuan, saya berinisiatif mengajak salah satu penonton untuk naik ke atas panggung. Eh, bukannya mau, penonton tersebut malah marah-marah karena saya maksa.

Kalau membawakan acara menarik?
Saat saya memandu acara di depan ratusan ribu orang pada acara pergantian tahun. Baru kali itu saya membawakan acara di depan begitu banyak orang. Rasanya menyenangkan.  

Apa yang Anda rasakan ketika melihat orang lain tertawa karena Anda?
Rasanya lega dan plong. Energi saya jadi bertambah karena saya percaya tertawa itu energi positif yang bisa menular dan ditularkan.

Sejak kapan tahu bahwa Anda memiliki bakat melucu?
Sejak saya melihat orang yang berbincang dengan saya bisa terbahak. Dari situ, saya melihat peluang besar untuk menjadi komedian.

Prinsip profesional Anda saat bekerja?
Kerja keras, tidak pernah mengeluh, dan memegang teguh komitmen.

Fatimah Mahdi



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?