Food Review
Ayam Jagoan Sang Presiden

27 Jul 2011

Berwisata kuliner di Surabaya memang tak akan pernah ada habisnya. Bahkan, kini geliatnya seolah menyamai Bandung. Tapi, sesuai dengan kultur masyarakat Kota Pahlawan yang ‘mulai hidup’ menjelang malam, begitu juga dengan banyaknya rumah makan yang baru buka menjelang matahari terbenam. Salah satunya adalah Ayam Goreng President, yang terletak di bilangan Jalan Tidar yang kesohor. Bersaing dengan rumah makan lain yang juga menjual ayam goreng di sekitar, tidak membuat Ayam Goreng President turun pamor.
Saat menunggu hidangan, sepiring tahu pong dengan saus petis jadi camilan pembuka. Walau petisnya tidak terlalu kuat, tahu pong inilah yang banyak dicari pengunjung.

Tiga buah wadah plastik besar berisi potongan ayam goreng sudah hampir habis saat femina datang bertandang. Padahal, waktu baru menunjukkan pukul 19.00 WIB. Sudah tentu, ayam goreng jadi tujuan utama bersantap. Ayamnya empuk dengan cita rasa bumbu seperti bumbu opor. Bagi femina, menyantap satu saja tentu tidak cukup. Makanya, langsung tiga potong ayam berpindah ke dalam perut. Apalagi disantap dengan sambal kecap plus bawang merah iris dan ulekan kacang serta nasi hangat yang dimasak dalam kukusan bambu tradisional, membuat makan jadi makin bersemangat.     

Ada juga udang goreng yang berukuran lumayan besar. Manis dan segar, lengkap dengan kepala dan kulitnya yang krenyes. Menyantapnya pun harus dengan bawang merah, bawang putih, dan bawang daun cung. Bawang-bawang tersebut dipercaya bisa mengusir kolesterol dan masuk angin. Biar makin lekker, cocol dengan sambal tomat atau sambal terasi.  
Semua kelezatan ini bisa dinikmati, walaupun Anda berada di Jakarta. Cukup angkat telepon dan pesan untuk digorengkan setengah matang. Hangatkan segera setiba di rumah atau simpan dalam lemari es. (HP)   
 
Lokasi: Jl. Tidar No. 22, Surabaya. Telp: (031) 5315361. Harga*): Rp3.000 – Rp34.000.  Jam Buka: 15.00 – 22.00 WIB. Suasana: Rumah makan dengan suasana yang agak panas.

Foto: HP



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?