Atiqah Hasiholan mengisahkan keinginannya terjun di dunia relawan. Film yang Anda bintangi?
Sejak mengawali karier tahun 2006, saya sudah berperan di lebih dari 10 film, termasuk Berbagi Suami (2006), The Mirror Never Lies (2011), Java Heat (2013), dan 3 Nafas Likas (2014). Saya dan Rio Dewanto baru selesai syuting film berjudul Cinta Selamanya yang akan tayang 30 April nanti.
Yang Anda dapat setelah berperan sebagai guru?
Saya perperan sebagai guru dalam 3 Nafas Likas (2014). Baru-baru ini, dalam FTV, Malaikat Tanpa Sayap Itu Guru. Selama syuting kedua film itu saya senang sekali dapat berinteraksi dengan anak-anak. Saya juga melihat dan merasakan langsung realitas pendidikan di tanah air, khususnya di perkampungan dan daerah terpencil yang belum merata. Kenyataan ini membuat saya sensitif terhadap isu sosial dan pendidikan.
Punya keinginan menjadi guru?
Bila ada tawaran menjadi guru relawan, saya pasti mau. Tapi, sebelum itu, melalui peran saya di dalam film pun sudah menjadi bagian dari kontribusi saya terhadap pendidikan. Melalui film, saya bisa memperlihatkan kepada banyak orang tentang situasi pendidikan Indonesia saat ini. Saya berharap banyak orang yang terinspirasi untuk peduli.
Karakter yang ingin Anda perankan?
Selama 9 tahun di dunia peran, tidak pernah sekali pun terlintas di pikiran saya menginginkan satu karakter untuk saya perankan. Apa pun peran yang diberikan, saya menganggap itu adalah tantangan. Saya tentu senang bila dipercaya untuk memerankan karakter yang belum pernah saya perankan.
Pernah jenuh berkarier di dunia peran?
Sebagai manusia biasa, tentu pernah. Tapi, bukan berarti saya akan meninggalkan dunia peran. Kejenuhan itu kita sendiri yang menciptakannya. Maka, kita sendiri juga yang harus mengatasinya. Saya ingin mengembangkan karier dengan menjadi produser. Saya sudah memulainya sejak tahun 2009 lalu di film Jamila dan Sang Presiden. Sekarang ini saya sedang menjalani tahap peralihan untuk mengelola production house, Satu Merah Panggung milik ibu saya, Ratna Sarumpaet. (f)


