Trending Topic
Antara Cinta, Persahabatan dan Luka Masa Lalu

28 May 2013

Petualangan Laura (Prisia Nasution) bermula dari sepucuk kartu pos berlukiskan arena teater kuno Piazza Bra, di Verona, Italia. Alasan utamanya mengiyakan ajakan sahabatnya Marsha (Adiania Wirasti) untuk berkelana ke benua Eropa dilatari misi pribadi: memastikan bahwa bertahun penantian setianya terhadap Ryan, suaminya, akan berujung pada bahagia. Terutama, untuk Luna, putri semata wayang mereka yang selama ini harus puas merasakan perhatian ayahnya melalui kado-kado yang dikirim melalui pos. Namun, kecerobohan Marsha membuat membuahkan petualangan di luar rencana: tersesat di hutan, dikejar segerombolan pria haus wanita, hingga harus menjadi pekerja illegal karena kehilangan paspor dan dompet!

Road movie yang merupakan film besutan sutradara muda debutan Dinna Jasanti ini berhasil menghilangkan kebosanan tema relationship, yang selama ini didominasi oleh roman cengeng. “Sebagai wanita saya tahu bahwa ada banyak tahapan permasalahan dalam hidup wanita yang belum banyak dikulik dalam film. Saya ingin mengekplorasi sisi relationship dalam kehidupan wanita yang tidak kalah kompleks dengan cerita relationship yang hanya fokus pada hubungan pria dan wanita,” papar Dinna, yang pernah memproduseri film Karma (2008), Under the Tree (2008), dan The Land of Five Towers (2011).

Latar belakang sebagai produser, menurut Dinna sangat membantu dalam menggarap film yang dibuat dalam jadwal dan budget yang cukup ketat. “Dengan waktu syuting 15 hari plus perjalanan, total syuting di luar negeri selesai dalam waktu tiga minggu. Dan dengan hanya mengandalkan 13 kru (termasuk dua bintang utama),” terang produser Leni Lolang dari Inno Maleo Films.

Meski hanya mengeksplorasi dua karakter, yaitu Laura dan Marsha, tapi kedalaman karakter yang dibungkus dalam akting yang natural, pemilihan setting, serta kekuatan jalan cerita yang tidak tertebak hingga akhirnya membuat film berdurasi -- menit ini kaya! Uniknya lagi, meski sebagian besar setting film berada di luar negeri, tapi sang penulis skenarionya sendiri, yaitu Titien Watimena, belum pernah menginjakkan kaki di benua itu.

“Umar Kayam juga belum pernah menginjakkan kaki di New York saat menulis Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. Saya hanya mengandalkan riset di internet dan buku-buku yang saya,” ungkap Titien yang juga tidak mengikuti proses syuting di luar negeri. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang baginya untuk memvisualisasikan keindahan benua Eropa yang terwakili dengan baik melalui pemilihan kelima kota tujuan. Inspiratif dan segar, karena penonton dapat menyaksikan sudut lain dari kelima kota tersebut, yang cukup menarik untuk dieksplorasi. 

Naomi Jayalaksana
Foto: Dok. Inno Maleo
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?