Binatang ini mudah dijumpai di mana-mana, termasuk di dapur atau kamar tidur dalam rumah kita. Keberadaannya sering dijadikan indikator sanitasi yang buruk. Di dunia ini tidak cuma ada satu spesies, tetapi ada lebih dari 3.500 spesies kecoak.
Kecoak memakan hampir apa pun jenis makanan yang ditemukannya, termasuk sampah dan kotoran. Berbagai kuman penyakit yang berasal dari tempat-tempat kotor menempel pada tubuh kecoak. Celakanya, kecoak hidup berpindah-pindah, dan kotoran serta penyakit yang ia bawa pun akan hinggap di tiap tempat yang ia singgahi.
Dokter I Made C. Wirawan mengatakan, “Karena kecoak hidupnya di tempat lembap, maka penyakit yang ditimbulkan pun berhubungan dengan bakteri atau kuman yang suka di daerah lembap, yang menempel pada tubuh kecoak. Penyakit itu antara lain demam typhoid (salmonella), toksoplasma, diare, jamur, dan lainnya,” tuturnya. Studi terbaru menunjukkan, kecoak juga bisa menjadi pemicu alergi dan asma.
TIP:
Pengecekan kecoak di penjuru rumah harus rutin dilakukan. Selain itu, kebersihan dan sanitasi rumah harus selalu dijaga. Sebab, meski keberadaan kecoak tidak kita lihat secara langsung, bukan tidak mungkin kita bisa tertular penyakit yang disebarkan oleh binatang ini, jika ia menyinggahi rumah kita. Jika menemukan sarang telur kecoak, siram dengan air panas agar tidak menetas dan berkembang biak.(FICKY YUSRINI)


