Health & Diet
Aerial Hoop, Melayang di Udara Seperti Peri

26 Jan 2016

Melakukan pose sambil melayang di udara dengan hanya dibantu hoop, kini bukan monopoli pemain sirkus atau atlet senam semata. Namun, bukan berarti Anda bisa menirunya begitu saja. Demi keamanan, ikuti latihan dulu di studio kebugaran yang mengajarkan teknik-tekniknya.

Menurut Marina Martam, aerial artist dan instruktur di Balance Studio Kemang, modal pertama yang diperlukan adalah keberanian. Hoop yang digunakan sebagai tumpuan memang berada sekitar satu meter dari permukaan tanah, dan tidak mudah untuk memercayai diri kita sendiri bahwa kita akan baik-baik saja berada di atas hoop.

“Selain trik dan teknik yang harus dipahami, ada proses berdamai dengan rasa sakit yang harus dijalani,“ ujar Marina.  Intinya, ada proses untuk lentur dan indah melayang di udara, mulai dari pemahaman tentang anatomi tubuh, teknik pendaratan, kontrol isolasi otot, dan banyak lagi. Pada dasarnya, aerial hoop membutuhkan kekuatan seluruh tubuh.
Marina mengakui, ia pernah beberapa kali cedera karena tidak menyimak instruksi pelatih.

“Ketika itu saya terlalu asyik dengan pikiran sendiri karena takut, kegirangan, atau terlalu percaya diri, dan malas bertanya walau kurang paham. Namun, karena peralatan yang digunakan dalam aerial hoop sudah terstandardisasi keamanannya, cedera yang saya alami tidak pernah lebih dari terkilir,” ungkapnya.  

Lamanya latihan yang dibutuhkan seseorang untuk menguasai berbagai trik dan teknik aerial hoop bisa beragam. Tergantung banyak faktor, seperti kekuatan, kelenturan, dan jam terbang. Penting diperhatikan, aerial hoop seperti juga aerial arts pada umumnya akan menempatkan kita di posisi jungkir balik untuk waktu yang lumayan panjang.  Ini akan berpengaruh pada tekanan darah dan orientasi keseimbangan.

“Bila kita baru saja menjalani operasi, patah tulang, atau dislokasi sendi, hormati perintah dokter untuk mendukung pemulihannya,” saran Marina. Dengan pemahaman yang baik, cedera pun dapat dihindari. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?