Health & Diet
5-Factor Diet

30 Dec 2013


Rihanna, Megan Fox, Lady Gaga, John Mayer, hingga Kanye West hanya beberapa dari banyak selebritas Hollywood yang menjalani pola makan yang disusun Harley Pasternak, ahli nutrisi dari University of Toronto.

Aturan mainnya sederhana. Asupan nutrisi yang wajib dikonsumsi mencakup lima elemen: protein, karbohidrat kompleks, serat, lemak, dan cairan. Ada lima waktu makan, yaitu pagi, siang, malam, plus dua waktu ngemil. Selain itu, diberikan satu hari yang disebut ‘cheat day’, di mana makanan apa pun boleh dikonsumsi tanpa perlu merasa bersalah karena melanggar diet.

Komposisi dalam pola makan 5-Factor Diet ini mirip dengan panduan MyPlate yang disarankan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), yaitu membagi satu piring makan untuk 30 persen karbohidrat, 30 persen sayuran, 20 persen buah, dan 20 persen protein. Pola makan ini mendukung adanya variasi dan frekuensi makan yang teratur, sepanjang tidak ada batasan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Menurut Emilia E. Achmadi, MS., RD. dari Healthy Lifestyle Program, frekuensi pola makan 5-Factor Diet sebenarnya sudah ideal, begitu juga dari segi elemen nutrisi yang disarankan. Namun, variasi asupan bahan makanan harus tetap diperhatikan. Asupan protein  misalnya, harus didapat dari kombinasi sumber hewani dan nabati. Serat bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan yang berbeda, dan dapat dikombinasikan. Konsumsi air putih penting untuk memenuhi kebutuhan cairan, sehingga utamakan minum air putih ketimbang kopi, teh, atau minuman bersoda.
   
Jika pola makan 5-Factor Diet dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh tanpa ada kebutuhan khusus seperti menurunkan berat badan, tak perlu khawatir hasil diet akan rusak karena menjalankan ‘cheat day’. Namun, kebebasan makan tanpa pantangan seperti ini tetap harus dilakukan dengan bijaksana dan tidak berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dalam sehari, misalnya, dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Disarankan pula untuk menurunkan frekuensi ‘cheat day’, yang awalnya sekali sepekan menjadi dua pekan sekali.
   
Salah satu kendala penerapan 5-Factor Diet adalah disiplin diri untuk memenuhi frekuensi makan. Untuk itu, Emilia menyarankan, lakukanlah persiapan, mulai dari merencanakan apa yang akan dimakan keesokan hari, termasuk menyediakan makanan praktis seperti buah potong atau granola bar, agar waktu makan tidak terlewat saat beraktivitas di luar.
   
Pola makan 5-Factor Diet memiliki sejumlah kelebihan. Karena tidak membatasi makanan, pola makan ini mencakup semua jenis asupan makanan yang harus dikonsumsi  tiap hari. Selain itu, 5-Factor Diet memiliki frekuensi makan yang sesuai untuk mendapat asupan makanan secara konsisten. Kelebihan lainnya, diet ini tidak banyak aturan yang biasanya ‘menyiksa’. Oleh karenanya, semua orang bisa melakukannya, di mana pun dan kapan pun. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah kuantitas asupan makanan. Pola makan 5-Factor Diet bisa dilakukan seumur hidup, selama tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penyesuaian pola makan.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?