Eminem/Aftermath
Slim Shady is back. Tiga belas tahun setelah The Marshall Mathers LP dirilis, album ini mengambil elemen tema dan musik yang sama, layaknya sekuel. Mikrofon di tangan, Eminem belum kehilangan edge-nya, mengumpat dan mengutuki dunia. Kemampuan Eminem story-telling juga begitu menonjol di album ini. Harus diakui, meski lirik-liriknya tetap sarat emosi yang meletup-letup, ia memang ahlinya soal beat dan melodi yang catchy dan adiktif. Coba dengar kolaborasinya dengan Rihanna dalam The Monster, seksi!


