True Story
Kisah Cinta Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Brigitte Trogneux, Beda Usia 24 Tahun Bukan Masalah
6 Aug 2017
Terjun ke dunia politik, berbagai serangan dan berita miring pun menerpa pasangan ini, seperti tak berhenti. Dari serangkaian tuduhan seksis, hingga menyebut Macron terobsesi dengan istrinya yang berusia jauh lebih tua. “Berita seperti ini membuat kami berdua sedih, terutama istri saya,” ucap Macron.
Sebelum memasuki masa pemilihan, Macron sempat mengecam orang-orang yang menghina hubungannya. Secara langsung ia berkata bahwa mencintai wanita yang berusia jauh lebih tua bukan berarti ia seorang homoseksual, gigolo, atau misoginis. Ia pun menyerukan tentang isu kesetaraan gender kepada para
pendukungnya, untuk menampik hal tersebut. “Terpilihnya saya sebagai Presiden Prancis menandakan ibu negara akan selalu berada setara dengan saya, bukan sekadar di belakang saya,” tegasnya.
Setelah berhasil menduduki kursi nomor satu Prancis, bukan berarti berita tak sedap seputar pasangan ini berhenti. Justru serangan yang datang semakin ‘panas’. Seorang anggota parlemen Partai Republik Prancis, Jacques Domergue, bahkan menulis status di Facebook bahwa presiden barunya berusia lebih muda dari Presiden Francois Hollande (62), tapi memiliki ibu negara yang berusia setara dengan ibunya.
Sampul depan majalah satiris, Charlie Hebdo, juga menampilkan sebuah kartun yang menggambarkan Macron sedang beristirahat di perut istrinya yang sedang hamil, dengan judul yang menyindir kesuburan Brigitte. Belum lagi rumor kedekatan Macron dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang mengatakan keduanya adalah homoseksual.
Menjawab semua tuduhan tersebut, Macron berkomentar tegas. “Dengan bergulirnya rumor ini, saya merasa sedih karena politik kini sudah tak beradab lagi,” katanya, menuding berita tersebut sengaja dibuat untuk memperburuk citranya sebagai presiden terpilih.
Memang, tidak semua komentar miring muncul menyikapi kemenangan Macron dan hubungannya dengan sang istri. Isabelle Veyrat-Masson, pakar politik dan komunikasi di CNRS (Centre Nationnal de la Recherche Scientifique) Paris, mengatakan bahwa jatuh cinta dan menikahi seorang guru yang usianya lebih tua dengan tiga anak membuat Macron terkesan berkarakter romantis dan menunjukkan citra yang baik.
Setelah Macron resmi menjadi Presiden Prancis pada 14 Mei lalu, Brigitte tidak ingin terbawa isu-isu negatif yang muncul. Lewat akun Twitter, @MacronTrogneuxB, ia mengungkapkan perasaannya.
“Segala sesuatu yang diucapkan mungkin tidak selalu diinginkan, namun saya sudah terbiasa mendengarnya. Hidup mendampingi Emmanuel sudah tentu akan seperti ini,” cuitnya, yang langsung mendapatkan dukungan dari politikus Valérie Pécresse, dan Vanessa Schneider, wartawan, penulis, dan komentator terkemuka Prancis.
Brigitte juga tidak membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan rencana besar sebagai ibu negara. “Saya akan memperjuangkan pendidikan mereka. Jika mereka dilupakan, masa depan mereka tidak akan cemerlang,” tegas wanita yang gaya busananya mendapat pujian banyak pengamat mode Prancis ini.
Menanggapi pemberitaan tentang Macron dan Brigitte, anak bungsu Brigitte, Tiphaine Auzière (33), berkomentar pedas. “Saya tidak bisa tetap acuh tak acuh terhadap perlakuan orang-orang kepada ibu saya. Hubungan antara ibu saya dan Macron mungkin sedikit di luar tradisi budaya Prancis. Tapi, saya tahu bahwa mereka adalah pasangan yang bahagia,” tambahnya. (f)
Baca juga:
Kisah Cinta dari Himalaya: Antara Seni, Lingkungan, dan Monogami
Kisah Perbedaan Yang Menyatukan Arumi Bachsin & Emil Dardak
Ini Kronologi Kisah Cinta Song Joong-ki dan Song Hye-kyo, Termasuk Momen Lamaran!
Topic
#truestory , #kisahcinta
event
recommended


