
Dok. Pexels
Memanjat dengan Elegan
Panjat sosial sebagai upaya untuk lebih banyak menampilkan bagian-bagian terbaik dari diri, terutama di media sosial, sebenarnya adalah hal yang manusiawi. Semua orang pasti ingin citra diri yang positif.
“Tidak apa-apa selama tidak bertentangan dengan kenyataan, tidak memaksakan diri, dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” Joy menegaskan batasan di titik mana panjat sosial masih bisa dianggap sehat.
Bahkan sebenarnya perilaku panjat sosial, pada kadar yang tepat, penting untuk membangun jejaring. Bagaimana pun, perkembangan karier dan usaha seseorang juga bergantung dari seberapa luas dan luwesnya ia bekerjasama dengan sebanyak mungkin orang.
Kuncinya, menurut Joy, adalah mementingkan relasi yang didasari ketulusan, dan bukan hanya memanfaatkan. Di dunia kerja misalnya, kedekatan dengan atasan yang kerap diupayakan aktor panjat sosial, tentu harus diiringi produkitvitas dan kinerja yang baik. Lebih baik jika seseorang dikenal karena prestasinya daripada karena kedekatan yang dibuat-buat atau dipaksakan.
Selain itu, karena panjat sosial yang cenderung negatif bisa jadi bermuara pada masa kecil, penting bagi orang tua untuk menerapkan pola asuh yang tepat. Anak perlu dididik agar dapat menempatkan diri sesuai kemampuannya. Ia perlu belajar menghargai proses dan sadar bahwa tidak semua keinginannya bisa segera dipenuhi.
Di samping itu orang tua juga perlu menjaga agar anak tidak mendapat perhatian berlebih saat ia melakukan sesuatu yang tidak tepat. Dengan begitu ke depannya ia tidak akan meneruskan pola yang salah: mencari perhatian dengan cara-cara yang kurang tepat dan selalu merasa butuh benda atau orang lain untuk membuat dirinya berharga.
BACA JUGA :
7 Cara Amankan Akun Media Sosial
Personal Branding Harus Sejalan dengan Profesionalitas, Ini Alasannya
Stop Asal Posting! Ini Alasan Penting Anda Perlu Menjaga Reputasi Online
Lucia Priandarini (Kontributor)
Topic
#PanjatSosial, #MediaSosial


