Hari pertama Karantina Wajah Femina 2025 resmi dibuka dengan antusiasme tinggi. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra HagiansyahRangkaian acara menuju Malam Final Wajah Femina 2025 resmi dimulai pada 29 September 2025.
Karantina Wajah Femina 2025 dibuka dengan semangat kebersamaan, rangkaian coaching clinic, serta inspirasi penuh makna dari para mentor, termasuk pesan mengena dari Zornia Harisantoso, Chief Brand Officer Femina, “Kalian adalah perempuan muda yang kami lihat memiliki potensi dan kriteria sebagai perempuan Indonesia yang berdaya, bergaya, berbudaya.”
Finalis mengikuti sesi ghd Styling Secrets, belajar teknik merawat rambut dengan alat inovatif ghd Chronos. Foto: Femina/Ifan ArioWajah Femina versi Gen Z
Hari pertama Karantina Wajah Femina 2025 menjadi momen bersejarah setelah ajang ini kembali hadir setelah 9 tahun. Sebanyak 20 perempuan muda terpilih dari 617 pendaftar hadir dengan antusiasme tinggi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.Karantina dibuka dengan berbagai sesi coaching clinic. Yona Cornelya dari ghd Indonesia memperkenalkan teknologi styling terbaru, ghd Chronos, sekaligus mendemonstrasikan penggunaannya. Ia menekankan pentingnya teknik styling yang tepat agar rambut tetap sehat.
“Ghd diciptakan dengan riset mendalam untuk menjaga kesehatan rambut, jadi jangan sembarangan menggunakan suhu tinggi. Suhu185 derajat Celcius adalah suhu terbaik untuk styling,” jelas Yona.
Di sesi ghd Styling Secrets ini, para finalis bisa mencoba langsung menata rambut dengan ghd Chronos; salah satu perbedaan, rambut terlihat lebih mengilap, dan mereka mendapat tip dan trik baru tentang mengeksplorasi styler.
Hagai Pakan memperkenalkan warisan kebaya dalam sesi #KitaBerkebaya, menginspirasi finalis menjaga budaya Indonesia.Foto: Femina/Nidia Okta Zuhayr
Selain itu, sesi #KitaBerkebaya Legacy in Style bersama Hagai Pakan, penata kostum Gadis Kretek dan fashion stylist langganan selebritas Tanah Air, membawa finalis memahami filosofi kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia.
“Gerakan #KitaBerkebaya bertujuan menjaga kebaya sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Kebaya bukan hanya busana, melainkan cerminan keanggunan dan nilai perempuan,” ujarnya.
Serunya lagi, dua Finalis Wajah Femina 2025 mencoba kebaya modern dan klasik yang di-styling Hagai Pakan. Empat finalis lainnya juga bisa saling styling, termasuk dalam kebaya janggan ikonik yang pernah dipakai Dian Sastrowardoyo di miniseri Gadis Kretek.
Tim SariAyu membimbing finalis berkreasi dengan makeup, dari lip stain hingga lip oil untuk tampilan elegan. Foto: Femina/Nidia Okta Zuhayr
Hari pertama juga menghadirkan Beauty Class SariAyu yang mengajarkan para finalis menonjolkan karakter alami lewat rangkaian koleksi Trend 2025 Dear Mahameru. Salah seorang finalis, Rani Syahputri Widodo, mengaku pengalaman tersebut membuka perspektif baru.
“Aku baru sadar ternyata cocok banget sama lipstik dan lip oil dari Sariayu. Warna yang awalnya kupikir tidak sesuai justru membuatku lebih percaya diri,” ungkapnya.
Di sesi ini, para finalis juga bisa mencoba produk Dear Mahameru, termasuk Color Bloom Blush yang ternyata mudah saja dipakai tanpa menggunakan kuas.
Olga Lydia berbagi inspirasi tentang kepercayaan diri, konsistensi, dan attitude kepada peserta Wajah Femina 2025.Foto: Femina/Nidia Okta Zuhayr
Inspirasi, attitude, dan pesan untuk generasi baru
Sesi yang paling ditunggu-tunggu adalah bincang-bincang hangat dengan Olga Lydia, aktris, produser, sekaligus Finalis Wajah Femina 1994. Dalam inspiring talk bertajuk Lead Yourself, Lead the Future, Olga menekankan bahwa kepercayaan diri adalah modal utama.“Begitu diterima jadi Finalis Wajah Femina, saya mendapat dasar kepercayaan diri. Ternyata ada yang menilai, wah, oke juga ya. Itu modal yang sangat penting,” ujarnya.
Olga juga menyoroti tantangan generasi digital, yang mau tak mau harus kita hadapi.
“Kalau di generasi sekarang, media sosial itu penting sekali. Tuhan memaafkan, tapi internet tidak. Jadi hati-hati dengan apa yang diposting,” pesannya, disambut anggukan setuju para finalis.
Lebih jauh, Olga menekankan untuk mengedepankan konsistensi dan attitude.
“Kesempatan itu yang paling sulit didapatkan. Skill bisa dipelajari, tapi kesempatan harus dimanfaatkan. Attitude menentukan bagaimana orang lain menghargai kita,” jelasnya.
Pesan terakhirnya menjadi pengingat kuat bagi para finalis.
“Tetaplah menjadi diri sendiri dalam versi yang lebih baik. Perjalanan masih panjang, setiap langkah akan membentuk kalian menjadi seseorang yang bisa memberi dampak.”
Ajang Wajah Femina memang bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan perjalanan menuju pemberdayaan. Seperti pesan Olga Lydia, kesempatan kecil sekalipun bisa menjadi awal dari sesuatu yang besar, sebagai perempuan muda Indonesia yang berdaya, bergaya dan berbudaya.
Tahun ini Wajah Femina 2025 diselenggarakan dengan dukungan dari Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang bersama-sama berkomitmen mendukung pengembangan potensi dan kreativitas perempuan Indonesia di berbagai bidang.
Finalis Wajah Femina 2025 juga mendapatkan hadiah produk ghd, merchandise Indonesia Kaya, paket Sariayu, voucher It's You Hair Concept, T-Shirt dan Jeans serta welcome kit dari Uniqlo, kemeja Saul, voucher ZAP Premiere, voucher Dental Spa RSGM Yarsi, tas Guess Accessories, tumbler frank green, dan busana dari Cap Bali.
Wajah Femina 2025 juga didukung oleh Taman Ismail Marzuki, Jakpro, Jambuluwuk Hotel & Resort, Oakwood Suites La Maison Jakarta, Uniqlo, Saul, Roemah Kebaya Vielga, Joglo Ayu Tenan, ZAP Premiere, Vsoy, Via Fleurs, Toko Kopi Tuku, Terra, Sunpride, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi, Riana Melia NTB Pearls, Reload Gym, Mamanara Kitchen, Kaloka Pottery, Juis, Guess Accessories, frank green, Cap Bali, 5asec, Top Model District, TALKINC, Qory Sandioriva, Personal Growth, John Robert Powers, Adrie Basuki, Amotsyamsurimuda, Danjyo Hiyoji, Jan Sober, Suedeson dan Wilsen Willim.
Selain itu, ajang Wajah Femina kali ini juga berkolaborasi dengan mitra komunitas, di antaranya Swiss German University, Universitas Mercubuana, UGM Cantik, Atmajaya Cantik, Model's Clinic, Abang None Jakarta Pusat, Mojang Jajaka Kota Bogor, Universitas Tarumanegara, LSPR Modelling, Miss Beauty Indonesia, Ganevo Management, Jambi Fashion Society Model, MS Production, Regina Pacis, Artikawhulandary Beauty Camp.
Dan didukung juga oleh mitra media, mulai dari Fox Radio Bali 99.3 FM, Fox Radio Bali 102 FM, Radio Istara, Jeje Radio, Z99.9 FM, Delta Bandung, Prambors Bandung, Indo Pageant, Mustang FM, Kis FM, MD TV, IDN Times, Fimela, Gadis dan Parenting Indonesia.
Jangan lewatkan rangkaian berikutnya, karena perjalanan empat hari karantina ini penuh inspirasi dan cerita bermakna. (f)
Laili Damayanti
Topic
#WajahFemina2025, #BerdayaBergayaBerbudaya


