Trending Topic
Viral Peningkatan Kasus HIV di Bandung, Angka Terbesar di Kalangan Usia Produktif

26 Aug 2022

Kasus HIV
Foto: Shutterstock


Belakangan viral kabar tentang tingginya angka kasus positif HIV di kota Bandung. Berdasarkan Data yang dilansir Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada Januari hingga Juni 2022, ada 410 kasus dari total 3.744 kasus positif HIV AIDS di Kota Bandung. Temuan ini menempatkan Bandung sebagai kota tertinggi kasus penularan HIV di provinsi Jawa Barat, diikuti oleh Kabupaten Bogor 365 kasus, Kota Bekasi 365 kasus, Kabupaten Indramayu 352 kasus dan Kabupaten Bekasi 217 kasus. Di Jawa Barat sendiri kasus positif HIV cenderung meningkat setiap tahunya. 

Menurut Ketua Tim Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Yudi Koharudin, seperti dikutip dari kompas.com mayoritas pengidap HIV/AIDS di Jawa Barat adalah usia produktif dari 29 hingga 45 tahun sebanyak 69,2 persen (2.614 orang) dan usia 20 hingga 24 tahun sebesar 18,4 persen. 

Lebih lanjut Yudi menjelaskan penyebab penularan HIV/AIDS di Jawa Barat adalah hubungan heteroseksual, homoseksual, biseksual, pengguna Napza suntik, dan penularan dari ibu kepada bayinya. Namun penularan paling banyak adalah akibat aktivitas seksual yang berisiko atau bukan dengan pasangannya. 

Yudi melihat kasus HIV/AIDS ini ibarat gunung es, hanya sebagian kecil saja yang terungkap, sehingga ada kemungkinan penyebarannya meluas. Pandemi juga memberikan dampak pada pengumpulan data kasus HIV/AIDS di masyarakat, yang sempat tertunda selama ada pembatasan akibat COVID-19. 

Fakta yang terungkap di Bandung ini patut menjadi perhatian bersama. Terutama terkait edukasi tentang penularan HIV dan seks aman. Dalam masyarakat, wacana tentang seks masih terbilang tabu, hingga edukasi tentang seks pun menjadi terbatas. Padahal, ketidaktahuan dan ketidakpedulian pada seks yang aman serta perilaku seksual berisiko ini bisa mempengaruhi kesehatan di masa depan. 

Dari data terlihat, ibu rumah tangga (11,18%) menjadi korban pertama dari penularan HIV ini. Akibat perilaku berganti pasangan seks yang dilakukan suami tanpa menggunakan pengaman atau kondom, mengakibatkan penularan pada pasangan sah hingga berisiko juga pada anak dalam kandungan. 

Keengganan pasien HIV untuk datang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan menyebabkan angka paparan HIV melalui hubungan heteroseksual meningkat setiap tahun. Padahal, pemeriksaan HIV penting agar tidak menularkan ke orang lain, apalagi pasangan hidup. Dengan pemeriksaan diri, paparan HIV akan berhenti hanya di pengidap saja. 

Ciri dan Gejala HIV 

Tidak adanya gejala awal yang dirasakan oleh pasien HIV menjadi faktor lain pengidap berisiko menularkan kembali kepada orang lain atau pasangannya.

Dilansir dari laman Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, kpakotabandung.or.id, berikut ciri-ciri dan gejala orang yang terinfeksi HIV: 


1/ Pada stadium awal terinfeksi 

  • Tidak ada gejala khusus
  • Biasanya berlangsung selama beberapa tahun

2/ Pada saat stadium akhir, biasanya muncul gejala di antaranya: 

  • Penurunan berat badan drastis
  • Demam di malam hari 
  • Kelelahan yang sulit dijelaskan 
  • Diare yang terus menerus 
  • Infeksi paru (pneumonia) dan mungkin kelainan neurologis lainnya
  • Stadium akhir ini disebut stadium AIDS.Jika seseorang positif HIV saat dites, disarankan untuk tidak cemas dan khawatir. Jika kondisi badan sedang baik harus segera melakukan terapi anti retro viral (ARV)

Jika seseorang positiv HIV saat dites disarankan untuk tidak cemas dan khawatir. Jika kondisi badan sedang baik harus segera mendapatkan pengobatan danmelakukan terapi anti retro viral (ARV). Pengidap HIV yang sudah mendapatkan pengobatan akan sehat, asalkan rutin minum obat antiretroval (ARV) setiap hari. (f) 



Baca Juga: 
Seberapa Sering Pasangan Bahagia Berhubungan Seks?
Ternyata Turunnya Hasrat Seksual itu Tanda Adanya Masalah Dalam Hubungan
Pengetahuan tentang Seks Cegah Remaja dari HIV/AIDS


Faunda Liswijayanti


Topic

#hiv, #aids, #kesehatan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?