Trending Topic
Pasien Dengan Hasil Antigen Positif Bisa Gunakan Layanan Telemedisin Isoman

17 Feb 2022

antigen test
Foto: Shutterstock


Data Satgas Penanganan COVID-19 per 13 Februari 2022 melaporkan ada sekitar 20.920 pasien terkonfirmasi COVID-19 dirawat di rumah sakit. Dengan rincian 19 persen tanpa gejala, 46 persen ringan, 31 persen sedang, 3 persen berat, dan 1 persen kritis. Dari pasien bergejala berat dan kritis, 34 persen diantaranya memiliki komorbid, 37 persennya lansia, dan 60 persen belum divaksinasi lengkap. 

Sedangkan jumlah pasien meninggal mencapai 1.090 pasien dengan 48 persen memiliki komorbid, 49 persen lansia, dan 68 persen belum divaksinasi lengkap. 

Walaupun penyebaran kasus Omicron terbilang tinggi dan cepat, namun pemerintah menyebutkan angka keterisian rumah sakit masih rendah karena gejala yang dialami rata-rata terbilang ringan. Meski begitu, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau di pusat-pusat isoman terpadu. 

Dan untuk meningkatkan sasaran layanan kepada masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19, pemerintah memperluas layanan telemedisin isolasi mandiri, dari yang sebelumnya hanya digunakan untuk pasien dengan hasil tes PCR positif, kini layanan konsultasi dokter dan pengiriman paket obat gratis ini bisa digunakan pasien dengan hasil pemeriksaan RDT Antigen positif COVID-19. 

“Kami menambahkan fitur lain di layanan telemedisin, mulai Rabu sore (16/2) kita juga akan mengcover pasien yang melakukan tes lab antigen yang positif,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji di Jakarta pada Rabu (16/2).

Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan pemeriksaan RDT-Antigen di faskes atau laboratorium yang terafiliasi dengan sistem NAR Kemenkes. 

Jika hasil RDT- Antigen positif, faskes dan lab pemeriksa harus menginput hasilnya ke NAR Antigen Kemenkes. Selanjutnya, pasien otomatis akan mendapatkan WA Konfirmasi. Namun apabila tidak mendapatkan WA, pasien bisa cek NIK secara manual di https://isoman.kemkes.go.id/

WA konfirmasi tersebut bisa digunakan untuk konsultasi dokter dan menebus paket obat gratis. Obat disediakan Kimia Farma dan dikirimkan oleh SiCepat.“Saat ini kita sudah mempercepat layanan ini, sehingga maksimal 24 jam sudah sampai di rumah pasien yang melakukan isoman,” ujarnya. 

Selain penambahan fitur, Kementerian kesehatan juga akan memperluas layanan telemedisin bagi pasien isolasi mandiri ke Luar Pulau Jawa-Bali yakni Medan, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Manado dan Makassar.

Sebagai informasi, layanan telemedisin hadir untuk mempermudah pasien isoman mendapatkan layanan kesehatan dan akses obat-obatan dengan risiko kesehatan yang minim. Saat ini total ada 17 platform yang menyediakan layanan telemedisin.

Selama periode layanan 17 Januari hingga 14 Februari 2022, tercatat ada sekitar 391,978 pasien positif COVID-19 di wilayah Jawa-Bali. Dari jumlah tersebut, 364,850 pasien mendapatkan WA konfirmasi. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 158.075 pasien menghubungi layanan telemedisin.

Untuk paket obat, total 136,028 pasien telah menerima e-resep, dan 97% diantaranya atau 129.100 pasien melakukan tebus obat. Paket obat yang paling banyak diterima pasien adalah paket B yakni paket untuk pasien gejala ringan. “Rata-rata paket obat paling banyak diterima pasien yang berdomisili di DKI Jakarta,” tutup Setiaji. (f) 



Baca Juga: 
Pemerintah Sebut Jumlah Pasien COVID-19 yang Dirawat Masih Stabil
Anjuran Isoman untuk Pasien COVID-19 Tanpa Gejala dan Bergejala Ringan
Waspadai 13 Titik Lengah Penularan COVID-19 di Lingkungan Rumah
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#covid19, #corona, #pandemi, #omicron, #telemedisin

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?