Reza Rahadian menambah 2 Citra di kategori baru, sebagai produser dan penulis skenario asli. Sebelumnya ia sudah meraih 4 Citra di kategori akting. Foto: IG @filmpangku
Reza Rahadian tak bisa menyembunyikan rasa haru dan kebahagiaannya ketika film Pangku dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2025, dan menerima Piala Citra bersama para pendukung Pangku.
Film yang jadi debut Reza sebagai sutradara itu juga memberikan Piala Citra kepadanya, dan Felix K. Nesi, sebagai Penulis Skenario Asli Terbaik.
Pada 20 November 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Pangku yang meraih pujian saat World Premiere di Busan International Film Festival 2025 September lalu itu membawa pulang 4 Citra, termasuk untuk Christine Hakim sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik dan Eros Eflin sebagai Pengarah Artistik Terbaik.
Para pendukung Pangku setelah kemenangan di FFI 2025. Foto: IG @filmpangku
Salah satu film Indonesia 'paling blak-blakan' karya Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri, berhasil jadi film yang memborong Citra terbanyak, yaitu 5 piala, dari 12 nominasi yang didapatkannya (nominasi terbanyak juga).
Film menegangkan yang mengupas rasisme dan kekerasan di tengah siswa SMA ber-setting Jakarta distopia itu meraih gelar Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Omara Esteghlal, Pengarah Sinematografi Terbaik untuk Ical Tanjung, Penata Musik Terbaik untuk Aghi Narottama, Penata Rias Terbaik untuk Novie Ariyanti, dan Penata Efek Visual Terbaik untuk Abby Eldipie, Kalvin Irawan dan tim.
Para pendukung Pengepungan di Bukit Duri yang hadir di FFI 2025. Foto: IG @jokoanwar
Film lain yang berjaya di FFI 2025 adalah Sore: Istri dari Masa Depan, dengan merebut 4 Citra. Film ini memberikan Sheila Dara gelar Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Yandy Laurens, Penyunting Gambar Terbaik untuk Hendra Adhi Susanto, dan Pencipta Lagu Tema Terbaik untuk Gerald Situmorang, Iga Massardi dan Asteriska (lagu Terbuang dalam Waktu).
Meski Terbuang dalam Waktu sudah dirilis Barasuara sebagai singel tahun 2023 dan tahun 2024 lewat album Jalaran Sadrah, lagu ini benar-benar epik sebagai theme song, dan sejiwa dengan film Sore: Istri dari Masa Depan. Selain itu, kategori Lagu Tema Terbaik di FFI memang tidak mengharuskan lagu orisinal.
Sore: Istri dari Masa Depan yang kini tengah bertarung untuk nominasi Best International Feature Film di Oscar 2026. Foto: IG @cerita_films
Bangga melihat pencapaian dari para insan perfilman Indonesia bersama karya-karya mereka. FFI 2025 menunjukkan bahwa film yang dipuji dan film laris bisa berjalan beriringan.
Film Indonesia kini memang sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri, dan para pemenang (serta nomine) jadi bukti bahwa perfilman Indonesia selalu bisa jadi ruang berekspresi dan berkreasi tanpa batas.
Sekarang, tinggal bagaimana karya-karya yang hadir selanjutnya tak hanya menghibur dan memikat, tapi juga bisa relevan dengan zaman serta terus menjadi refleksi besar dari keragaman Indonesia.
Daftar lengkap pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2025 klik di sini.
Baca juga:
Pangku: Debut Reza Rahadian Sebagai Sutradara dan Tribute untuk Sang Ibu
Sore: Istri dari Masa Depan, Kisah Cinta Menyentuh Lintas Waktu
3 Film Ini Menampilkan Indonesia dari POV Berbeda, Seru Ditonton Maraton
Zornia Harisantoso


