Trending Topic
Menilik Semangat Ani Yudhoyono Melawan Kanker Darah

1 Jun 2019

Foto : Shutterstock

Berita duka datang pagi ini, mantan ibu negara Republik Indonesia, Kristiani Herawati atau lebih dikenal dengan Ani Yudhoyono telah berpulang. Sejak kemarin sudah beredar kabar kalau kondisi Ani Yudhoyono mengalami penurunan sehingga dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Hari ini, 1 Juni 2019, wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menulis di media sosialnya, "Innalillahi wainnailaihi rojiun, bu Ani telah meninggal dunia pada 11.50 waktu Singapura."

Ani Yudhoyono (66) meninggal dunia setelah empat bulan dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura. Kabar sakit kanker darah yang diderita Ani Yudhoyono diungkapkan oleh suaminya SBY lewat Twitter, pada tanggal 13 Februari 2019. 

 
Foto: Twitter @SBYudhoyono


Semasa hidupnya Ani Yudhoyono terkenal sebagai wanita yang gesit dan penuh semangat. Ini terlihat pula dalam perjuangnnya menakhlukkan sel-sel kanker di tubuhnya, seperti tertuang dalam akun instagramnya @aniyudhoyono.

Pada tanggal 17 Febuari 2019 ia mengunggah foto sambil menulis betapa ia merasa seperti dipukul palu godam saat divonis mengalami kanker darah. "Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang pernah terkena penyakt itu. " 

Ia menulis kalau setiap hari beliau mencatat pengobatan apa saja yang harus ia jalani, obat, suntikan kemo, transfusi darah, dll. "Saya jalani dengan tabah, tegar, penuh disiplin. Karena pengobatan itu saya harus ketat dan sementara 'diisolasi' untuk menghindari penyakit menular. I can fight this cancer. " Dengan dukungan rakyat Indonesia dan dunia, "Bismillahirrahmannirrahim I can do this."

Dikenal sebagai pehobi fotografi, Ani pada tanggal 24 Februari sempat menyalurkan hobinya dengan memotret matahari terbit dari jendela rumah sakit. "Matahari terbit selalu membawa suasana batik yang berbeda. tak akan pernah sama. Yang pasti ia selalu membawa harapan baru bagiku, bagimu, dan bagi kita semua," tulisnya.

Ia sadar banyak wanita lain yang juga berjuang melawan kanker. Maka pada tanggal 8 Maret, Hari Perempuan Sedunia, ia berusaha membangkitkan semangat sesama wanita pejuang kanker. "Tetap semangat untuk semua pejuang kanker dan jangan lupa untuk terus ikhtiar dan berdoa. Semoga kita diberikan kesembuhan seperti sedia kala oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin. Let's Fight Cancer Together!"


Foto: Twitter @SBYudhoyono


Kiriman souverir dan kunjungan dari berbagai pihak termasuk surat dari mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Laura Bush, membuat semangatnya terus menyala, meski dari foto terlihat fisiknya yang jauh berubah dari sebelum sakit. "Kiriman souvenir dari masyarakat membuat saya tambah semangat, April 2019."

Semangat hidupnya sepertinya yang membuat kondisinya sempat membaik. Pada tanggal 16 Mei, meski tetap memakai masker tampak Ani Yudhoyono bahagia diperkenankan keluar ruangan perawatan. "Alhamdulillah setelah 3 bulan tidak menghirup udara segar, hari ini saya diperkenankan untuk melihat hijaunya daun, birunya langit dan segarnya udara walau hanya 1 - 2 jam. Terima kasih ya Allah.. Semoga kesehatanku semakin pulih. Mohon doa teman-teman semua.

Takdir berkata lain. Dan sang pejuang telah berpulang hari ini.  Dan besok rencananya beliau akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Selamat jalan Ibu Ani. (f)

Baca Juga:

Kabar Duka dari Cikeas, Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia
 


Topic

#aniyudhoyono, #kankerdarah, #RIP

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?