
Kontribusi dan Warisan Ibu Ani
Seperti dikatakan Agus Yudhoyono, Ibu Ani dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana tahun 2011. Bersama Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid dan tokoh lain, ia mendapatkan anugerah ini karena dianggap berkontribusi bagi bangsa dan negara, yaitu lewat mobil pintar dan rumah pintar, Indonesia peduli dan Indonesia hijau tentang lingkungan, hingga Indonesia sehat tentang kesehatan dan Indonesia kreatif.
Semasa hidupnya, Ibu Ani juga mendapat Pin Emas dari Pemegang Nobel Perdamaian M. Yunus karenanya perannya dalam program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera dan Indonesia Kreatif (PERKASSA). Program ini bertujuan mendorong pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Kredit Mikro Indonesia. Beliau juga mendapat Pin emas dari Kementerian Negara dan Pemberdayaan Perempuan pada tahun 2007 sebagai penghargaan atas usahanya mendorong peningkatan kualitas hidup wanita Indonesia. Kontribusinya mendorong gerakan Tanam dan Pelihara 10 juta Pohon di Indonesia juga dihargai dengan Certificate of Global Leadership dari The United Nations Environment Program(UNEP).
Wanita yang sangat aktif di media sosial ini memberikan warisan bagi masyarakat berupa buku-buku.
Beliau memberikan gagasan dan pemikiran sehingga terwujud buku berjudul 3500 Plant Species of The Botanic Garden of Indonesia yang dikurasi oleh Deniek Sukarya. Buku setebal 2000 halaman itu berisi koleksi tanaman di empat kebun raya di Indonesia (Kebun Raya Bogor, Kebun raya Cibodas, Kebun Raya Purwodari, dan Kebun Raya Eka Karya-Bali.

Beliau juga merilis buku #BerkebayaAlaAniYodhoyono sebagai bentuk kebanggaan dan cintanya pada busana nasional Indonesia itu. Pilihan kebaya yang ia kenakan selama 10 tahun menjadi Ibu Negara didokumentasikan di sini. Lewat buku ini, Ani Yudhoyono ingin mengajak wanita Indonesia untuk lebih mencintai dan melestarikan kebaya dan wastra nusantara sebagai warisan budaya.

Beberapa saat sebelum sakit, Ibu Ani meluncurkan buku Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati. Buku ini menceritakan suka duka dan pengalamannya sebagai Ibu Negara mendampingi SBY yang menjadi presiden selama dua periode. Mulai dari saat masuk istana hingga kembali menjadi rakyat, sikapnya menghadapi kritik dan fitnah, juga usahanya menjaga stamina selama menjalani tugas negara. Buku ini lahir karena ia pengalamannya kesulitan mencari referensi.
Ibu Ani adalah wanita yang selalu senang berbuat sesuatu. Bahkan kabarnya beliau sesungguhnya sedang merintis jalan untuk menggelar pameran batik di museum.
Selamat jalan Ibu Ani. Semangatmu akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia. (f)
Semasa hidupnya, Ibu Ani juga mendapat Pin Emas dari Pemegang Nobel Perdamaian M. Yunus karenanya perannya dalam program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera dan Indonesia Kreatif (PERKASSA). Program ini bertujuan mendorong pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Kredit Mikro Indonesia. Beliau juga mendapat Pin emas dari Kementerian Negara dan Pemberdayaan Perempuan pada tahun 2007 sebagai penghargaan atas usahanya mendorong peningkatan kualitas hidup wanita Indonesia. Kontribusinya mendorong gerakan Tanam dan Pelihara 10 juta Pohon di Indonesia juga dihargai dengan Certificate of Global Leadership dari The United Nations Environment Program(UNEP).
Wanita yang sangat aktif di media sosial ini memberikan warisan bagi masyarakat berupa buku-buku.
Beliau memberikan gagasan dan pemikiran sehingga terwujud buku berjudul 3500 Plant Species of The Botanic Garden of Indonesia yang dikurasi oleh Deniek Sukarya. Buku setebal 2000 halaman itu berisi koleksi tanaman di empat kebun raya di Indonesia (Kebun Raya Bogor, Kebun raya Cibodas, Kebun Raya Purwodari, dan Kebun Raya Eka Karya-Bali.

Beliau juga merilis buku #BerkebayaAlaAniYodhoyono sebagai bentuk kebanggaan dan cintanya pada busana nasional Indonesia itu. Pilihan kebaya yang ia kenakan selama 10 tahun menjadi Ibu Negara didokumentasikan di sini. Lewat buku ini, Ani Yudhoyono ingin mengajak wanita Indonesia untuk lebih mencintai dan melestarikan kebaya dan wastra nusantara sebagai warisan budaya.

Beberapa saat sebelum sakit, Ibu Ani meluncurkan buku Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati. Buku ini menceritakan suka duka dan pengalamannya sebagai Ibu Negara mendampingi SBY yang menjadi presiden selama dua periode. Mulai dari saat masuk istana hingga kembali menjadi rakyat, sikapnya menghadapi kritik dan fitnah, juga usahanya menjaga stamina selama menjalani tugas negara. Buku ini lahir karena ia pengalamannya kesulitan mencari referensi.
Ibu Ani adalah wanita yang selalu senang berbuat sesuatu. Bahkan kabarnya beliau sesungguhnya sedang merintis jalan untuk menggelar pameran batik di museum.
Selamat jalan Ibu Ani. Semangatmu akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia. (f)


