
Foto: Freepik
Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dikeluarkan Nature Scientific Reports pada Jumat (30/7/2021), vaksinasi saja tidak cukup menghentikan munculnya varian baru. Menurut laporan penelitian tersebut, tingkat vaksinasi yang cepat memang dapat menekan munculnya strain yang resisten. Namun kemungkinan munculnya varian virus yang kebal vaksin dan dapat menyebar ke seluruh populasi dengan cepat juga bisa terjadi, apabila kebijakan untuk mencabut pembatasan terlalu cepat dilakukan.
Temuan ini juga mendukung panduan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) agar orang yang sudah divaksin tetap memakai masker dengan benar. Selain itu disarankan juga untuk tidak berkerumun, tetap menjaga jarak, dan menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, virus cenderung tidak menyebar dan mengalami mutasi yang resisten terhadap vaksin. Lalu kapan Indonesia bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok?
Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, seperti yang dilansir dari Kompas.com, mengatakan bahwa herd immunity di Indonesia tak bisa tercapai hanya dalam waktu 1 sampai 2 bulan saja. Hal itu harus dijadikan target jangka panjang, dan ada tiga hal yang harus dicapai, seperti:
1/ Cakupan vaksin
Cakupan vaksin untuk mencapai herd immunity saat COVID-19 baru menyebar dengan varian asli (virus yang terdeteksi di Wuhan, China pada Desember 2019) adalah 70 persen. Artinya, 70 persen dari seluruh penduduk suatu negara harus sudah divaksin penuh (dosis 1 dan dosis 2) untuk mencapai herd immunity. Jika jumlah penduduk Indonesia 271 juta jiwa, artinya harus ada 189 juta individu yang sudah mendapat vaksin penuh. Namun seiring dengan mutasi virus, terutama adanya perkembangan varian Delta yang mendominasi kasus di dunia, cakupan vaksin untuk herd immunity meningkat menjadi 85 persen untuk saat ini. Itu artinya minimal harus ada 230 juta penduduk yang sudah mendapat vaksin lengkap.
2/ Angka reproduksi
Angka reproduksi virus harus seminimal mungkin, yaitu di bawah 1,0. Ini artinya tidak ada lonjakan kasus yang besar. Angka reproduksi merupakan peringkat pada kemampuan penyebaran sebuah penyakit. Untuk bisa menurunkan angka reproduksi ini tak hanya tercapai dari vaksinasi saja, melainkan pelaksanaannya juga harus dikombinasikan dengan 3T (pemeriksaan dini/testing), pelacakan/tracing, dan perawatan/treatment dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi).
3/ Efikasi vaksin
Vaksin dengan efikasi atau efektivitas yang mampu mencegah penularan. Namun dengan adanya varian Delta, persentase efikasi vaksin yang beredar kini masih belum dapat dipastikan. (f)
Baca Juga:
Siap-siap, Ini Syarat Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil
Dorong Percepatan Herd Immunity, Jakarta Sediakan Mobil Vaksin Keliling
Waspada Virus Corona Varian Delta, Lebih Cepat Menular
Topic
#herdimmunity, #vaksinasi, #covid19


