Trending Topic
Masih Banyak Pertanyaan, Apa Yang Terjadi Setelah Dinyatakan Sembuh COVID-19

27 Apr 2020

Foto: pixabay

Data terbaru dari covid19.go.id per hari Senin (27/04/2020) tercatat sudah lebih dari 1.151 orang dari 9.096 orang yang positif terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia, dinyatakan sembuh. Serorang pasien akan mendapatkan surat keterangan sembuh dari COVID-19 jika telah dua kali mendapatkan hasil negatif pada pemeriksaan Swab yang berselang 24 jam. 

Apakah setelah itu orang sembuh dari COVID-19 boleh langsung kembali beraktivitas? Para pakar pun masih ragu untuk menjawabnya. WHO yang pernah melonggarkan pun akhirnya menyarankan untuk tetap waspada. Ini terjadi setelah beberapa negara seperi Tiongkok dan Korea Selatan menemukan hasil positif pada pemeriksaan swab PCR ada pasien yang telah dua kali sebelumnya mendapatkan hasil negatif.

Hal ini membuat orang yang sudah sembuh pun ragu, kapan mereka mengakhiri masa karantina mandiri, selain tetap menjaga jarak di tempat umum. Pasalnya, siapa sih yang mau menjadi penyebar virus, apalagi terhadap orang-orang yang disayangi. 

Virus ini memang masih menyimpan banyak misteri dan pertanyaan. Tak heran kalau dari hari ke hari sikap terhadap virus SARS-Cov-2 bisa berubah. 

Di Korea Selatan, 207 pasien yang sudah dinyatakan sembuh, ternyata hasilnya uji swab PCR-nya kembali positif. Meski menurut Korea Centre for Disease Control and Prevention (KCDC) mereka hanya memiliki sangat sedikit virus, namun ini mengundang pertanyaan, apalagi belum diketahui mesti seberapa banyak virus di tubuh hingga orang bisa menularkan pada orang lain. 

Pertanyaan lain, apakah itu artinya pasien bisa terinfeksi kembali, virus menjadi aktif kembali, atau ketidakakuratan pemeriksaan seperti tetap dapat membaca jejak virus yang telah mati.  Semua itu masih dipelajari. Pada kasus yang jarang tes pada pasien yang sudah sembuh, ternyata kembali positif setelah 35 hari. Karenanya, pasien yang sudah mengantongi surat sembuh pun perlu melakukan karantina mandiri selama dua minggu sambil terus menjaga imunitas tubuh.

Infeksi penyakit saluran pernapasan biasanya tidak kembali setelah antibodi terbentuk, namun untuk kasus COVID-19, para ahli masih mempelajari apakah virus corona SARS-CoV-2 akan terus ada dalam tubuh seperti HIV dan herpes.

Meski sudah negatif COVID-19 pun ternyata fisik pasien yang sembuh pun berbeda-beda. Seperti dikutip dari lama SCMP, dr David Hui dari CUHK, yang mengamati 70 pasien yang telah diperbolehkan pulang, setengahnya dapat bernapas normal kembali dan tidak ditemukan masalah pada paru-parunya. Namun ada sebagian kecil yang masih berat untuk bernapas ketika berjalan. Ia agak optimis kalau efek COVID-19 tak lebih parah dari flu burung atau SARS.

Namun temuan yang kurang menggembirakan ditemukan juga. Walau COVID-19 disebut sebagai penyakit saluran pernapasan, ternyata ia tak hanya memengaruhi paru-paru. Seorang pasien wanita berusia 21 tahun di Daegu, epicentrum COVID-19 di Korea, yang tidak pernah memiliki riwayat sakit jantung, setelah sembuh dari COVID-19 ternyata jantungnya mengalami kerusakan. Ini didapat setelah pada pasien dilakukan pemeriksaan termasuk menguji kadar protein troponin dalam darah, penanda gangguan jantung.

COVID-19 membuat para peneliti harus terus bekerja keras. (f)

Baca Juga:

Penting Agar Aman Melahirkan di Tengah Wabah
Ratusan Juta Pesan Spam terkait COVID-19 Tersebar Setiap Hari, Ini Cara Hindari Risiko Keamanan Online

 


Topic

#corona, #covid19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?