
Foto: CIK
“Selama ini, saat tertimpa masalah, wanita cenderung membagikannya secara lisan, yang terkadang berujung rumpian. Padahal, bila pergumulan itu diceritakan dalam bentuk tulisan, bisa turut memperkaya rasa kemanusiaan kita,” ujar Magdalena, dalam peluncuran bukunya, akhir November lalu, di Erasmus Huis, Jakarta. Buku yang diterbitkan oleh Jalasutra itu terdiri atas beberapa seri: Semua Ada Waktunya (2012), Daun Putri Malu (2013), Sepatu Emas Buat Inang (2014), dan Kain Cinta Tanpa Batas (2015).
Lima seri Buku Catatan Harian adalah buah dari pemikiran dan pengamatan Magdalena menjalani kehidupan. Ia mencurahkan segala perasaan mulai dari kesedihan saat suami berpulang, masalah keluarga, spiritual, dunia aktivis, hingga persoalan bangsa. “Saya suka mengamati orang, terlebih lagi bila orang tersebut memiliki pergumulan hidup. Caranya mengatasi masalah bisa menjadi inspirasi, bila ceritanya dituliskan,” jelas Magdalena, yang juga menulis kisah orang lain dalan bukunya itu.
Pergumulan batin ia rasakan pula saat sang suami, Asmara Nababan, berpulang pada tahun 2007. Kepergian Asmara membuat Magdalena sempat terpukul. Namun, ia tak mau terus meratapi kesedihan dan memilih move on dengan cara menulis. “Sejak Asmara meninggal, saya mengubah catatan harian menjadi sebuah surat yang seolah-olah ditujukan untuk dia. Cara itu membuat saya merasa tetap dekat dengan Asmara,” katanya, menerawang.
Peluncuran buku ini juga diramaikan dengan bedah buku, pembacaan tulisan dari ibu-ibu Sekolah Perempuan, dan adopsi buku. Seluruh penjualan buku karya Magdalena akan disumbangkan kepada Pundi Perempuan yang akan digunakan untuk menolong wanita korban kekerasan. Pianis Ananda Sukarlan juga ikut memeriahkan acara, dengan permainan piano beraliran klasik yang apik.
Acara tersebut juga diikuti dengan kampanye online, yang tujuannya mengajak para wanita menuliskan 5 kata yang menggambarkan kisah hidupnya, dengan tagar #PerempuanMenulis. “Semoga peluncuran buku saya bisa menambah jumlah wanita penulis yang saat ini masih berjumlah relatif sedikit,” pungkas Magdalena, penuh harap. (f)
Topic
#WanitaHebat




