Foto: shutterstockDirektur Jenderal WHO, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus akhirnya menyatakan virus corona sebagai pandemi global, penyakit yang dalam waktu bersamaan berjangkit di berbagai belahan dunia. Secara epidemiologi dikategorikan sebagai pandemik.
Menurut pemetaan interaktif yang dirangkum John Hopkins, dalam tiga bulan, hingga 12 Maret tercatat 126.258 kasus terkonformasi COVID-19, 4638 kematian, di 124 negara. Dalam dua minggu terakhir kasus COVID-19 di luar Tiongkok telah meningkat 13 kali lipat, dan jumlah negara yang terkena imbas menjadi tiga kali lipat.
Meski berubah statusnya dari wabah epidemi menjadi pandemik, tidak berarti virus corona berubah. Menurut WHO yang harus diubah adalah cari tiap negara melakukan antisipasi dan penanganan terhadap COVID-19.
Pandemik bukan sekadar kata, WHO cenderung berhati-hati sebelumnya menyatakannya, karena dapat menimbulkan ketakutan dan kepanikan luar biasa yang bisa mengakibatkan penderitaan dan kematian yang tidak semestinya terjadi.
Tedros mengatakan dalam waktu ke depan kita masih akan menghadapi kondisi yang berat, apalagi virus corona ini juga berimbas besar pada berbagai sektor, baik ekonomi maupun sosial. Ia mengingatkan bahwa ini bukan hanya masalah kesehatan publik, tapi juga menyangkut banyak sekot, sehingga setiap sektor dan setiap individu harus terlibat untuk memerangi COVID-19.
Melihat penurunan kasus dan kesembuhan di Tiongkok, ia mengatakan seluruh negara dapat mengubah keadaan dengan melakukan tindakan yang tepat. Semua memang dimulai dari pemerintah untuk menggerakan masyarakat dan menentukan strategi untuk mencegah infeksi, menyelamatkan jiwa, dan meminimalisir dampak COVID-19.
Empat kunci utama dalam menghadapi pandemik ini adalah; lakukan persiapan, deteksi- lindungi-rawat, kurangi tingkat penularan, serta inovasi dan belajar.
Ini artinya setiap negara semestinya memiliki prosedur jelas untuk merespon kondisi darurat, mengomunikasikan pada masyarakat tentang risiko dan tata cara untuk melindungi diri, melakukan isolasi dan melacak setiap kasus yang ditemukan, menyiapkan fasilitas kesehatan, serta melatih tenaga medis.
Tidak semua negara memiliki kemampuan dan fasilitas yang sama, tapi ia yakin semua dimulai dari kemauan untuk mencegahnya meluas di masyarakat.
Sebelum COVID-19 beberapa penyakit pernah dinyatakan sebagai pandemik, antara lain, cacar, pes, kolera, flu spanyol, HIV/AIDS, dan flu burung. (f)
Baca Juga:
Hati-hati Hoaks Tentang Virus Corona
Herbal dan Makanan Peningkat Imunitas Dari Berbagai Negara
Apa yang Harus Dipersiapkan di Rumah untuk Cegah Virus Korona?
Topic
#corona, #viruscorona, #pandemik, #COVID19


