Trending Topic
12 Alasan Thailand Berkabung Hingga Setahun Atas Wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej

14 Oct 2016


Foto: AFP

 
Thailand sedang berduka. Raja tercinta mereka, Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia pada hari Kamis (13/10), di rumah sakit Siriraj Hospital, Bangkok. Wafatnya raja yang telah berkuasa selama 70 tahun tercatat pada pukul 15.52 waktu Bangkok. Namun baru diumumkan secara resmi oleh pihak kerajaan pada pukul 19.00 waktu Bangkok.
 
Tidak dijelaskan dengan detail apa penyebab pasti wafatnya sang raja, namun begitu mendengar pengumuman wafatnya sang raja, ribuan rakyat Thailand yang berkumpul di depan rumah sakit tidak kuasa menahan kesedihan.
 
Kesehatan raja Bhumibol beberapa waktu belakangan memang dikabarkan memburuk. Tapi, rakyat Thailand tidak berhenti berharap supaya raja mereka tersebut bisa berumur panjang. Beberapa jam sebelumnya, rakyat Thailand berkumpul untuk mendoakan kesehatan raja mereka yang telah beberapa pekan dirawat di rumah sakit tersebut. Sebagian besar menggunakan pakaian berwarna pink yang diyakini menjadi simbol mengembalikan kesehatan dan kuning yang merupakan warna khas sang raja.
 

Rakyat Thailand berdoa di halaman rumah sakit demi kesembuhan sang raja.
Foto: AFP



Ribuan rakyat Thailand berbondong-bondong mendatangi The Grand Palace, tempat sang raja dikebumikan, 
pada 14 Oktober 2016, untuk ikut memberikan penghormatan terakhir pada sang raja.
Foto: AFP
 
Selain berdoa, mereka sesekali menyanyikan lagu kebangsaan, dan meneriakkan kalimat “long live the king” berulang kali. Dikutip dari Skynews.com, mereka menyebutkan bahwa Raja Bhumibol telah dianggap sebagai seorang ayah, yang selalu rela melakukan apa pun yang terbaik bagi anak-anaknya. Sepeninggal Raja Bhumibol, banyak yang tidak yakin dengan masa depan negara mereka. Bahkan, ketakutan dengan apa yang akan terjadi serta rezim pemerintahan selanjutnya. Meski telah berkuasa selama 70 tahun—yang dianggap sebagai terlama di dunia—Raja Bhumibol selalu dicintai rakyatnya.  Dirinya dianggap sebagai sosok pemersatu dan pembangun bangsa. Berikut beberapa alasan dirinya sangat dihormati penduduk negeri gajah putih tersebut.
 
1. Bhumibol lahir pada tanggal 5 Desember 1927 di Cambridge, Inggris. Dirinya naik tahta menjadi raja Thailand pada 9 Juni 1946 setelah raja yang berkuasa saat itu, Raja Ananda, ditemukan tewas di kamarnya dengan luka tembak di kepalanya.  Bhumibol disebut sebagai orang terakhir yang melihat Ananda sebelum tewas. Tapi, hingga hari ini, Bhumibol selalu bungkam tentang penyebab tewasnya raja muda Thailand saat itu.
 
2. Bhumibol mendapat pendidikan tinggi di Swiss, fasih berbahasi Inggris dan Prancis, mampu menciptakan lagu, memainkan musik jazz dengan clarinet dan seksofon, menulis, melukis, fotografi, serta berkebun.
 
3. Kehidupan kerajaan yang jet-set dan penuh glamor tidak menarik minatnya. Bahkan, begitu kembali belajar dari Eropa, Bhumibol berhenti traveling ke luar negeri. Baginya, banyak pekerjaan rumah yang mesti dilakukan sebagai raja.
 
4. Tidak ada satu jengkal tanah di Thailand pun yang tidak dikunjungi Bhumibol. Sejak awal pemerintahannya, dirinya telah mengunjungi bagian paling terpencil, paling bahaya, berbicara kepada rakyat paling miskin dan rapuh, untuk memahami masalah serta membantu memecahkannya.
 
5. Hingga saat ini, kurang lebih 4200 proyek pembangunan telah dilakukan di seluruh Thailand. Meliputi pertanian, irigasi, kekeringan dan penanganan banjir, kesahatan publik, hingga ketenagakerjaan. Bhumibol juga yang mengonsepkan pembangunan ekonomi hingga Thailand menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia.
 
6. Dalam setiap kunjungannya, Bhumibol selalu mengenakan pakaian kasual, tidak lupa memotret dan mencatat kondisi masyarakat yang ditemuinya saat itu. Semua diperhatikannya dengan detail.
 
7. Salah satu proyeknya adalah mengubah ladang opium terkenal di dunia yang disebut Golden Triangle—meliputi Laos, Myanmar, dan Thailand—menjadi wilayah pertanian yang bermanfaat bagi masyarakatnya. Namun, Bhumibol tidak langsung memberangus ladang tersebut dan menyingkirkan para petani. Dirinya justru melakukan pendekatan dengan perlahan, menanyakan kebutuhan mereka, dan membantu mengubah ketergantungan mereka mencari nafkah dari berkebun opium menjadi pertanian.
 
8. Bhumibol menulis buku The Story of Tongdaeng (2002) mengenai anjing jalanan yang pernah diadopsinya sambal menyisipkan pesan agar warga Thailand berhenti membeli anjing dan mulai mengadopsi anjing lokal yang masih banyak terbengkalai di jalanan dan menunggu diselamatkan.
 
9. Selama pemerintahannya, Bhumibol telahmenghadapi kudeta militer sebanyak 19 kali, tapi selalu berhasil diredamnya. Karena itu dirinya dianggap sebagai sosok pemersatu dan penjaga kestabilan Thailand.
 
10. Tahun 1992, dirinya berkata dengan tegas kepada pihak-pihak yang berselisih bahwa mereka bertempur di rumahnya sendiri. Jadi tidak berguna hidup di rumah yang terbakar.
 
11. Pada pidato ulang tahunnya tahun 2001, Raja Bhumibol menyebutkan bahawa pepatah Ingrris yang berkata raja selalu bahagia adalah tidak benar sepenuhnya. Bhumibol juga menyebutkan pada pidato yang sama di tahun 2005 jika anggapan bahwa raja sama sekali tidak salah merupakan penghinaan terhadap sang raja. “Raja bisa saja berbuat salah karena raja juga manusia,” sebutnya.
 
12. Karena itu, Raja Bhumibol selalu menjadi inpirasi rakyat Thailand setelah selama 70 tahun selalu kerja keras, menempatkan kepentingan kesejahteraan rakyatnya dibanding kehidupannya sendiri. Bhumibol tidak pernah melanggar janji yang pernah dibuatnya saat naik tahta: “Reign with righteousness for the benefit and happiness of the Siamese people.”
 
Sebagai tanda berduka cita, Thailand menetapkan setiap bangunan pemerintahan wajib mengibarkan bendera setengah tiang selama 30 hari sejak 14 Oktober, dan setiap pegawai pemerintahan harus mengenakan baju berwarna hitam selama setahun sebagai tanda berkabung.
 
Ucapan belasungkawa juga datang dari negara-negara lain di dunia, seperti dari perdana menteri Jepang, presiden Korea Selatan, perdana menteri Australia, perdana Selandia Baru, Kementerian Luar Negeri Tiongkok, hingga PBB.
 

Pada sidang PBB, sekretaris jenderal PBB Ban Ki Moon memimpin doa belasungkawa sejenak sebelum dimulai sidang,
sebagai penghormatan terhadap Raja Bhumibol.
Foto: AFP
 
 

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengisi buku duka cita sebagai pernyataan belasungkawa.
Foto: Twitter Kemenlu RI
 
Rencananya, Raja Bhumibol akan digantikan oleh Putra Mahkota Vajiralongkorn yang telah berusia 63 tahun. Namun, rakyat masih menyangsikan kepemimpinan Vajiralongkorn tidak akan seperti ayahnya karena sosok putra mahkota tersebut dikenal eksentris. Vajiralongkorn sendiri minta agar ditunda dulu pengangkatannya karena dirinya masih dalam masa berkabung.

Turut berduka, Thailand!(f)


Topic

#rajathailand

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?