Travel
Liburan di Marina Bay Sands, Rumah Kedua di Singapura

26 Jun 2026

Singapura masih jadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia—selain ke Malaysia dan Arab Saudi--karena kedekatan jarak, kemudahan akses, serta bermacam pilihan atraksi.

Menurut data Singapore Tourism Board, wisatawan Indonesia menyumbang sekitar 14,2% dari total kedatangan wisatawan internasional ke Singapura, dengan total mencapai 2,4 juta pengunjung dari keseluruhan 16,9 juta wisatawan asing.

Salah satu destinasi favorit di Singapura adalah Marina Bay Sands. Sejak dibuka pada tahun 2010, Marina Bay Sands memang telah mengubah pengalaman berlibur di Singapura.

Resor terpadu Marina Bay Sands, dengan tiga menara miring ikonisnya. Foto: Dok. Marina Bay Sands

Terdiri atas tiga menara yang 'dimahkotai' oleh Sands SkyPark, resor terpadu ini telah menjadi landmark global yang dikenal karena desainnya yang unik, beragam fasilitas, dan layanan kelas dunia.

Secara arsitektur, Marina Bay Sands yang siluetnya mirip kapal mewah raksasa itu (meski sebenarnya tidak terinspirasi bentuk kapal) memiliki tiga menara hotel berbentuk miring yang terhubung di lantai 23. Tower 1 bahkan memiliki kemiringan hingga 26 derajat, menjadikannya salah satu hotel paling kompleks yang pernah dibangun.

Tower 1 juga jadi tempat Femina menginap selama 4 hari 3 malam saat diundang Marina Bay Sands di minggu kedua Juni.
 

‘Rumah kedua’ dengan layanan personal

Marina Bay Sands adalah hotel terbesar di Singapura dengan sekitar 1.850 kamar dan suite di 55 lantai, termasuk 775 suite yang tersebar di tiga menara. Setiap kamar menawarkan pemandangan Laut Cina Selatan atau Marina Bay—seperti kamar Femina—dan panorama kota.

Program reinvestasi di Marina Bay Sands senilai 1,75 miliar dolar AS sejak tahun 2021 ini menjadi transformasi terbesar dalam sejarah resor, dan menghadirkan The Sands Collection dan The Paiza Collection.

Sands Premier Room, tipe yang sama tempat Femina menginap, dengan pemandangan Marina Bay. Foto: Dok. MBS

Femina menginap di Sands Premier Room, bagian dari The Sands Collection, yang menawarkan pengalaman mewah dengan suasana rumah kedua. Interior yang baru direnovasi tampil luks namun minimalis, terinspirasi karakter botani Singapura dan keberagaman budayanya.

Kamar yang Femina inapi juga dilengkapi fitur terkini, termasuk yang mendukung keberlanjutan, seperti botol minum dan shower cap dari plastik daur ulang atau tirai yang bisa diatur untuk mengoptimalkan penerangan alami.

Kamar mandi yang luas, modern, dan cocok untuk mirror-selfie. Foto: Dok. MBS

“Kemewahan adalah tentang koneksi dengan tamu,” ujar Shawn Ng, Assistant Vice President of Hotel Operations Marina Bay Sands, ketika bincang-bincang dengan media dari Indonesia dan Malaysia.

Menurut Shawn Ng, otomatisasi di kamar hotel tidak untuk mengganti pengalaman menginap di sini bagi para tamu, namun dengan otomatisasi ini, para staf bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk memberi perhatian kepada tamu.

Fasilitas dan layanan di kamar pun menghadirkan detail kecil, contohnya penunjuk arah kiblat dan saat kamar dirapikan, kabel berantakan dari laptop atau HP kita diberikan pengikat. Simpel tapi berguna.

Marina Bay Sands juga menawarkan program wellness bagi para tamu—dari kelas olahraga penuh energi HITT hingga sound meditation dan yoga. Sound meditation di SkyPark Observation Deck di ketinggian lantai 56 jadi pengalaman seru!

Infinity Pool dekat Spago Bar & Lounge, yang cantik dengan pemandangan kota. Foto: Dok. MBS

Kamu juga bisa berenang di Infinity Pool di Hotel Tower 2 lantai teratas, dengan view Singapura yang cantik. Jelang sunset adalah momen paling tepat untuk berenang di sini, selama tidak hujan.

Kalau bujet liburan kamu berlimpah, layanan ala ultrarich bisa kamu coba dengan menginap di The Paiza Collection dalam kemewahan eksklusif di lantai-lantai tertinggi hotel, termasuk Horizon Suite, Presidential Suite dengan simulator golf pribadi, dan Chairman Suite dengan tiga atau empat kamar tidur.

Area ruang keluarga nan luas dan mewah di Presidential Suite, The Paiza Collection. Foto: Dok. MBS

Dilengkapi 160 butler yang sudah dilatih khusus (dan sebagian besar polyglot), The Paiza Collection menawarkan pengalaman menginap khas. Para tamu dijemput dengan Rolls-Royce, dan saat tiba disambut di area penerimaan yang tenang—auto ingat film Crazy Rich Asians!
 

Asupan kalcer di ArtScience Museum

Liburan di Marina Bay Sands bukan saja seru untuk belanja di area mall-nya (The Shoppes), tapi juga cocok untuk menambahkan hitungan langkah kamu. Femina saja sehari minimal 10 ribu Langkah sewaktu menelusuri berbagai toko (ada lebih dari 200), restoran, hingga objek wisata memuaskan gaya kalcer kamu.

ArtScience Museum tidak boleh kamu lewatkan—pameran terbarunya adalah Into the Ocean: Journey Beneath (hingga 1 November 2026), berkolaborasi dengan OceanX, salah satu organisasi terbesar dunia dalam mengeksplorasi lautan.

Menelusuri kehidupan terdalam lautan lewat pameran Into the Ocean: Journey Beneath. Foto: Dok. MBS

Pameran ini seakan membawa kita ke dasar lautan, penuh makhluk hidup cantik yang unik, juga ‘pantai’ di kedalaman samudra yang mengungkap cerita bagaimana lautan dan ekosistemnya menjaga bumi tetap lestari dan bisa dinikmati oleh semua penghuninya.

Di ArtScience Museum, Femina juga mengunjungi pameran lainnya yang tak kalah menarik, Flesh and Bones: The Art of Anatomy. Di sini kita diajak memahami bagaimana tubuh manusia diulik, baik dari POV budaya, pengobatan tradisional, sains modern, maupun perspektif Asia.

Karya perupa Jepang, Chiharu Shiota, The Network Within (2026), tentang rumitnya jaringan di dalam tubuh manusia, di area masuk pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy. Foto: Dok. MBS

Kunjungan ke ArtScience Museum belum lengkap tanpa singgah di pameran tetapnya, teamLab Future World. Anak-anak pasti senang mengeksplorasi dunia penuh warna dan kejutan-kejutan manis di sini, sementara orang dewasa juga senang karena menemukan banyak spot foto menarik.
 

Serunya eksplorasi kuliner

Kalau kamu senang bertualang kuliner, Marina Bay Sands adalah destinasi tepat. Femina pun membuktikannya—kenyang yang satisfying!

Hari pertama Femina langsung dijamu di dua restoran yang direkomendasikan Michelin Guide Singapore. Dimulai dengan makan siang di Maison Boulud di area The Shoppes, restoran Prancis yang didirikan chef selebritas Daniel Boulud, serta makan malam di WAKUDA Restaurant & Bar yang ada di lobi Hotel Tower 2.

Hidangan Classic Saikyo Yaki di Wakuda Restaurant & Bar benar-benar menggoyang lidah! Foto: Dok. Wakuda

Petualangan kuliner Femina di hari kedua diawali dengan makan pagi lezat di RISE yang ada di lobi Hotel Tower 1. Racikan Laksa-nya wajib dicoba!

Makan siang Femina di Mott 32 Singapore di The Shoppes memberikan perspektif rasa baru soal Chinese food yang enak. Dan hidangan Italia kontemporer jadi menu makan malam—dengan musik dari DJ cocok untuk nostalgia anak 90-an—di LAVO Coastal Italian Restaurant & Rooftop Bar yang ada di Hotel Tower 1 lantai 57.

Apple Wood Roaste Peking Duck di Mott 32 Singapore juara kelas, sih. Foto: Dok. Mott 32 Singapore

Di hari ketiga, Femina memulai hari dengan makan pagi di Spago Bar & Lounge di Hotel Tower 2 lantai 57. Kaya French Toast with Seared Foie Gras jadi menu unggulan yang boleh dicoba, serta Laksa Spring Roll.

Menu Yunani di estiatorio Milos yang ada di The Shoppes jadi destinasi makan siang Femina, yang disiapkan dengan bahan-bahan langsung dari Laut Mediterania, dan minyak zaitun khas resto ini.

Pencinta daging premium dijamin berpesta di Cut by Wolfgang Puck. Enak banget! Foto: Dok. Cut by Wolfgang Puck

Makan malam terakhir Femina atas undangan Marina Bay Sands berlangsung di CUT by Wolfgang Puck yang terletak di area The Shoppes. Resto bintang satu Michelin ini—satu-satunya steakhouse berbintang Michelin di Singapura hingga kini—bikin perut dan mata terpuaskan dengan premium cuts hingga dessert super lezat.
 

Gaya hidup luks yang berkelanjutan

Femina dan rekan media lainnya berkesempatan melihat back of the house dari Marina Bay Sands—yang mengelola para staf hotel, mall, juga kasino.

Contohnya di alur pengambilan seragam bagi ribuan staf, yang diatur dengan otomatisasi yang praktis, efisien, namun dengan sentuhan personal—dilengkapi para penjahit yang siap dengan layanan alterasi.

Ruang makan bersama seluruh staf yang mirip pujasera dengan hidangan ala food court di mall itu (bisa pilih kuliner Melayu, India, Cina, hingga salad segar) juga punya pengaturan tersendiri.

Sisa makanan di ruang makan karyawan dikelola secara canggih, termasuk pengaturan limbah yang memungkinkan manajemen mengetahui menu apa yang kurang disukai, sehingga ke depannya tak lagi disajikan, serta memudahkan manajemen menyiapkan menu pengganti.

Hal-hal di atas sebagian kecil dari program keberlanjutan di Marina Bay Sands, karena di sini keberlanjutan menjadi inti dari operasional bisnis. Berpedoman pada strategi global Sands ECO360, resor terpadu ini menerapkan praktik mumpuni, teknologi mutakhir, dan berbagai cara untuk mengurangi dampak lingkungan secara keseluruhan.

Instalasi Wind Arbor (2011) karya perupa AS, Ned Kahn, terdiri atas ribuan panel aluminium yang bergerak mengikuti angin sekaligus membantu mengurangi panas matahari pada bangunan. Foto: Dok. MBS

Mengutip rilis pers, untuk program keberlanjutannya, Marina Bay Sands berfokus pada respons terhadap perubahan iklim, daur ulang dan ekonomi sirkular, pengelolaan air, pengadaan berkelanjutan, keanekaragaman hayati, dan pengembangan budaya dan kapasitas sumber daya manusia.

Elemen keberlanjutan juga dihadirkan di seluruh penjuru Marina Bay Sands sebagai bagian dari karya seni, sehingga selain berfungsi untuk menghemat energi juga jadi sesuatu yang bisa dinikmati para tamu.

Mata dan perut terpuaskan, wifi juga kencang dan gratis di seluruh kawasan Marina Bay Sands (bahkan mantap buat ikutan ticket war!). Dan hati pun senang karena pengalaman berlibur kelas dunia di Marina Bay Sands, Singapura, kini memiliki makna lebih luas. (f)
 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?