Sex & Relationship
6 Rahasia Persahabatan Long Lasting

19 May 2026

Siapa tahu persahabatan kamu sama serunya dengan sisterhood mereka, meski beda era. Foto ilustrasi: tvN (Undercover Miss Hong)


Di era chat yang baru dibalas tiga hari kemudian, circle yang berubah terus, dan semua orang sibuk dengan hidupnya masing-masing, punya persahabatan yang awet itu sebenarnya achievement besar. 

Banyak persahabatan sekarang cepat dekat, tapi juga cepat renggang. Padahal, hubungan pertemanan yang sehat bisa jadi “safe place” paling penting di masa muda.

Buat kamu, persahabatan bukan cuma soal nongkrong atau kirim meme tiap malam. Yang bikin hubungan itu bertahan lama justru hal-hal kecil yang sering disepelekan. Check these out!

1/ Nggak harus chat setiap hari
Persahabatan dewasa beda dengan masa sekolah. Kadang sama-sama sibuk kuliah, kerja, organisasi, atau lagi capek mental. Teman yang awet biasanya ngerti kalau “nggak aktif terus” bukan berarti berubah jadi musuh.

Ada teman yang tetap dekat walau terakhir ketemu dua bulan lalu, karena koneksinya tetap terasa nyaman.

2/ Berani jujur tanpa drama
Persahabatan yang kuat bukan yang selalu setuju satu sama lain. Justru teman yang bisa bilang, “Kayaknya kamu salah, deh,” tanpa menjatuhkan itu langka banget.

Kamu sering menghindari konflik demi menjaga vibes? Jangan biasakan. Komunikasi jujur bikin hubungan lebih sehat daripada silent treatment berkepanjangan.

3/ Nggak kompetitif diam-diam
Salah satu penyebab persahabatan retak adalah membanding-bandingkan. Apalagi sekarang hidup teman gampang banget terlihat lewat media sosial—mulai dari karier, relationship, sampai gaya hidup sehari-hari.

Persahabatan yang awet biasanya dibangun dari rasa ikut senang atas pencapaian teman, bukan diam-diam merasa tertinggal karena merasa teman lebih sukses.

4/ Tetap hadir di momen-momen kecil
Kadang persahabatan bertahan bukan karena hadiah besar, tapi karena hal sederhana:
- Ngabarin habis interview kerja
- Nemenin overthinking pukul 11 malam
- Kirim video random yang bikin ketawa
- Sekadar chat, “Udah makan?”

Hal receh seperti itu bikin orang merasa diingat.

Saling menguatkan sekaligus bisa tumbuh bersama. Foto ilustrasi: tvN (Undercover Miss Hong)

5/ Bisa ketawa bareng sekaligus serius bareng
Teman yang awet bukan cuma teman nongkrong. Mereka juga orang yang bisa diajak ngobrol saat hidup lagi berantakan. Bisa bercanda itu penting, tapi bisa saling dengerin juga nggak kalah penting.

Pada akhirnya, persahabatan terbaik adalah yang terasa ringan saat senang dan terasa aman saat keadaan lagi berat.

6/ Punya ruang untuk tumbuh
Manusia berubah. Circle, cara pikir, bahkan humor juga bisa berubah seiring waktu. Persahabatan yang sehat memberi ruang buat berkembang tanpa memaksa semua harus tetap sama seperti dulu.

Nggak semua fase hidup akan selalu cocok 100%, tapi teman yang baik biasanya tetap berusaha memahami versi terbaru–mungkin saja jadi yang terbaik–dari diri kita. (f)
 

Brianna Relisha


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?