Kita tahu kalau minyak yang menngandung lemak tak jenuh itu baik bagi kesehatan. Salah satu bintangnya adalah minyak zaitun. Tapi jika kadar atau penggunaannya nggak tepat, minyak zaitun pun bisa nggak oke untuk kesehatan. Karena itu:
1. Jadikan minyak zaitun sebagai pengganti minyak lain yang lebih berlemak untuk makanan kita, bukan sebagai tambahan dari makanan. Alasannya, namanya juga minyak, meski tinggi kadar lemak tak jenuh tunggalnya, minyak zaitun tetap mengandung lemak. Kalau dikonsumsi terlalu banyak, ya nggak baik juga, dong.
2. Gunakan untuk penambah rasa pada salad atau sandwich (dan lupakan mayones, bukan bersama mayones).
3. Gunakan untuk menumis atau oseng-oseng. Minyak zaitun kurang efektif untuk menggoreng. Menggoreng dengan minyak zaitun membutuhkan jumlah yang banyak = lemak ekstra juga. Tambahkan minyak zaitun pada minyak sayur saat menggoreng untuk hasil yang lebih lezat dan garing.
4. Bedakan antara minyak zaitun extra virgin dan minyak zaitun extra light atau light. Extra virgin adalah bentuk paling murni dari olahan zaitun, dan lebih pas dipakai sebagai dressing atau topping. Sementara jenis light lebih pas untuk memasak yang menggunakan panas tinggi.
5. Meski sehat, tetap saja nggak baik menggunakan kembali minyak zaitun sisa yang telah dipanaskan sebelumnya. Selalu gunakan minyak yang baru, ya!


