Jantung koroner
Ini penyakit jantung yang paling banyak terjadi dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner yaitu pembuluh darah yang memberi makan jantung.
Aritmia
Nama awamnya gangguan irama detak jantung, bisa terlalu lambat atau terlalu cepat. Tercatat 91% kematian dalam kasus aritmia adalah karena detak jantung terlalu cepat.
Kelainan klep jantung
DI negara berkembang yang tingkat infeksinya masih tinggi, kelainan klep jantung sering terjadi karena terinfeksi kuman streptococcus betahemoliticus.
Miopati
Penyakit ini terjadi karena lemahnya otot jantung, sehingga daya pompa jantung menurun dan penderita mudah lelah. Jika terjadi pada perempuan hamil bisa menyebabkan kematian pada ibu.
Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan seorang terkenal penyakit jantung. Di antaranya jenis kelamin, usia, hipertensi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi dan gaya hidup yang kurang aktif alias kurang olahraga. Namun bukan berarti orang yang nggak memiliki faktor risiko bisa bebas dari ancaman penyakit jantung, ya! CC
Ini penyakit jantung yang paling banyak terjadi dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner yaitu pembuluh darah yang memberi makan jantung.
Aritmia
Nama awamnya gangguan irama detak jantung, bisa terlalu lambat atau terlalu cepat. Tercatat 91% kematian dalam kasus aritmia adalah karena detak jantung terlalu cepat.
Kelainan klep jantung
DI negara berkembang yang tingkat infeksinya masih tinggi, kelainan klep jantung sering terjadi karena terinfeksi kuman streptococcus betahemoliticus.
Miopati
Penyakit ini terjadi karena lemahnya otot jantung, sehingga daya pompa jantung menurun dan penderita mudah lelah. Jika terjadi pada perempuan hamil bisa menyebabkan kematian pada ibu.
Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan seorang terkenal penyakit jantung. Di antaranya jenis kelamin, usia, hipertensi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi dan gaya hidup yang kurang aktif alias kurang olahraga. Namun bukan berarti orang yang nggak memiliki faktor risiko bisa bebas dari ancaman penyakit jantung, ya! CC


