Merasa sudah melakukan diet tapi berat badan masih stagnan—bahkan cenderung menggemuk? Bisa jadi ini akibatnya….
#Melewatkan sarapan
Memang, sih, sulit untuk tidak menekan tombol snooze saat tidur. Hasilnya, kita sering telat bangun dan nggak sempat sarapan.
Saatnya, deh, hentikan kebiasaan ini. Sarapan dalam jangka waktu satu jam setelah bangun tidur akan bagus untuk metabolisme tubuh sekaligus mencegah kita makan terlalu banyak di jam makan siang.
Bagaimana jika kita benar-benar nggak sempat sarapan? Pilihlah menu kaya protein untuk mengontrol lapar saat makan siang, seperti omelet atau ikan,
#Nge-date sambil makan
Maksudnya nggak hanya dengan pacar tapi juga bersama teman-teman atau rekan kerja.
Ngaku, deh, saat ngumpul dengan mereka pasti kita memasukkan jadwal makan-makan. Padahal, nih, kita justru paling rentan makan berlebih saat hangout. Maklum, makannya sambil ngobrol sehingga tanpa sadar makanan yang masuk mulut sangat banyak.
Jika sulit mengurangi intensitas ketemuan, ajak mereka ketemu di resto yang bukan favorit kita. Dengan begitu, kita nggak tergoda makan terus.
#‘Tempat sampah’
Kita memang nggak boleh buang-buang makanan. Tapi, bukan berarti kita harus menghabiskan makanan sisa pacar atau teman. Itu, kan, bukan tanggung jawab kita. Jika terus begitu, tentu saja berat tubuh kita nggak berkurang meski porsi makan sudah dikurangi!
#Salad aman
Selama ini kita merasa aman dengan makan salad? Salah! Salad yang tadinya supersehat bisa beralih ke sumber kalori karena dressing pilihan kita yang kurang tepat. Makanya, hindari, deh, menambah dressing ke seluruh salad—cukup satu atau dua sendok teh saja.
#Memanjakan diri sendiri
Setelah nge-gym, kita sering menghadiahi diri sendiri berupa camilan manis. Nah, ini cara yang salah. Kita boleh saja happy setelah membakar ratusan kalori. Tapi, makan waffle sesudahnya akan mengembalikan jumlah kalori yang hilang. Jika ingin memanjakan diri lewat camilan, pilihlah yang bersahabat dengan tubuh, seperti pisang. (VIN/FOTOSEARCH)


