Nggak hanya tulang panggul yang perlu dapat perhatian khusus, otot panggul alias pembungkus tulang ini juga nggak boleh ketinggalan. Otot panggul ini adalah landasan organ reproduksi, termasuk rahim dan indung telur."Rahim yang berada dalam rongga perut, tuh, melayang, tapi ada 'tali penggantung' kanan-kiri, depan belakang, atas, bawah, yang menempel di otot. Kalau otot kencang dan kuat, artinya nggak lembek dan nggak kendur, artinya tegangan si penggantung itu bagus. Kondisi organ reproduksi relatif baik, artinya dia berada dalam posisinya," papar dr. Sofani Munzilla, SpOG.
Kondisi otot panggul untuk perempuan usia 20-30 tahun ini masih sangat baik. Namun sejak usia muda kita perlu melatihnya agar saat tua nanti otot panggul kita nggak kendor dan menyebabkan rahim 'turun'.
"Lakukan senam kegel, seperti menahan aliran pipis atau kentut. Semakin sering melakukannya, otot panggul akan lebih kencang dan kuat," tambah dr. Sofani
Awas jatuh!
Atas nama mengejar waktu, mungkin nggak sedikit di antara kita yang memilih motor sebagai kendaraan favorit kita. Namun, pengendara atau pembonceng motor harus lebih hati-hati, nih.
Menurut dr. Sofani, kerusakan tulang panggul yang cukup parah kebanyakan terjadi pada mereka yang mengalami kecelakaan motor. "Fungsi tulang panggul jadi tidak bagus jika terjadi trauma. Bentuknya pun akan berubah dan bengkok, jadi bentuk ovalnya nggak bagus lagi."
Kemungkinan kedua, lanjut dr. Sofani, tulang panggul yang tidak sempurna tadi bisa mempengaruhi saat persalinan terutama pada wanita. Karena bentuk jalan lahirnya nggak sempurna dan bentuk panggulnya nggak bagus, ya harus operasi caesar saat proses persalinan," pungkasnya. CC


