Kalau ngomongin kafein, kabar yang muncul jadi simpang siur. Ada yang bilang kafein buruk untuk tubuh, namun nggak sedikit pula yang menyatakan kafein bermanfaat. Dilema karena kita suka mengonsumsi minuman kopi or minuman bersoda yang mengandung kafein? Agar nggak bingung, cek faktanya!
Tulang tetap kuat
Banyak yang beranggapan kalau kafein membuat tulang lemah alias menyebabkan osteoporosis. Faktanya, tidak. Dewan Informasi Pangan Internasional memberikan review “Caffein & Health: Clarifying the Controversies” yang menyatakan kalau kafein dalam minuman soda tidak memiliki efek negatif pada kita yang sehat. Asalkan, asupan kalsium kita tercukupi.
Nyeri ulu hati = belum ada bukti
Hingga sekarang belum ada bukti langsung yang menunjukkan kalau minuman berkarbonasi memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Namun jika kita ingin menghindari kafein, sudah banyak, kok, produk kafein yang menawarkan versi bebas kafein.
Sumber hidrasi? Hanya sementara!
Institute of Medicine of the National Academy of Sciences tahun 2004 menjelaskan kalau kafein hanya menimbulkan efek diuretik (meningkatkan pengeluaran air seni) ringan.
Jadi nggak berbahaya, kok, sekaligus hanya berjangka pendek bagi kita yang belum terbiasa mengonsumsinya. Bagi orang yang biasa mengonsumsi kafein secara teratur, efek ini tidak berpengaruh.
Konsumsi takaran sedang
Selama mengonsumsinya dalam takaran sedang, 300mg/hari (kira-kira sama dengan dua atau tiga cangkir kopi), kafein tidak dikaitkan dengan efek negatif terhadap kesehatan. Intinya, jangan minum berlebihan. (VIN/Foto:FG)
Tulang tetap kuat
Banyak yang beranggapan kalau kafein membuat tulang lemah alias menyebabkan osteoporosis. Faktanya, tidak. Dewan Informasi Pangan Internasional memberikan review “Caffein & Health: Clarifying the Controversies” yang menyatakan kalau kafein dalam minuman soda tidak memiliki efek negatif pada kita yang sehat. Asalkan, asupan kalsium kita tercukupi.
Nyeri ulu hati = belum ada bukti
Hingga sekarang belum ada bukti langsung yang menunjukkan kalau minuman berkarbonasi memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Namun jika kita ingin menghindari kafein, sudah banyak, kok, produk kafein yang menawarkan versi bebas kafein.
Sumber hidrasi? Hanya sementara!
Institute of Medicine of the National Academy of Sciences tahun 2004 menjelaskan kalau kafein hanya menimbulkan efek diuretik (meningkatkan pengeluaran air seni) ringan.
Jadi nggak berbahaya, kok, sekaligus hanya berjangka pendek bagi kita yang belum terbiasa mengonsumsinya. Bagi orang yang biasa mengonsumsi kafein secara teratur, efek ini tidak berpengaruh.
Konsumsi takaran sedang
Selama mengonsumsinya dalam takaran sedang, 300mg/hari (kira-kira sama dengan dua atau tiga cangkir kopi), kafein tidak dikaitkan dengan efek negatif terhadap kesehatan. Intinya, jangan minum berlebihan. (VIN/Foto:FG)


