Saat sedang gelisah atau tegang, beberapa dari kita punya kebiasaan buruk, salah satunya menggigit kuku. Segera, deh, hentikan kebiasaan ini karena merugikan diri sendiri….
Merusak manicure
Percuma pergi ke salon untuk perawatan kuku jika kita menggigitnya. Manicure kita yang seharusnya bisa bertahan selama seminggu jadi rusak hanya dalam hitungan sehari. Selain buang-buang uang, kuku kita juga terlihat jelek, deh.
Infeksi
Siapa yang menjamin kalau kuku kita bersih 100% dari kuman? Kita berisiko kena paronisia, nih, infeksi jaringan lunak di sekitar kuku jari, seperti yang diungkapkan Rochelle Torgensen, M.D., Ph.D, ahli kulit dari Mayo Clinic. Kulit di sekitar kuku pun berisiko merah dan bengkak sehingga terasa sakit sakit.
Kuku tumbuh aneh
Yap, kuku yang jadi terlalu pendek akibat digigiti terus menerus akan tumbuh berantakan alias bergelombang. Apalagi jika radang timbul di area tempat tumbuhnya kuku. Nggak ada harapan untuk memiliki kuku indah, deh.
Kutil menyebar
Jika ada kutil di kuku, kita akan berisiko menyebarkannya ke bagian tangan yang lain. Kutil timbul akibat virus human papilomavirus (HPV) yang dikenal mudah menyebar. Makin banyak kulit terbuka (termasuk akibat digigiti), makin besar risiko kutil itu menyebar.
Merusak gigi
Gigi depan rentan retak atau aus karena menggigit kuku. Akar gigi juga jadi pendek sehingga menyebabkan gigi mudah rontok. Menggigit kuku juga dapat memotong gusi dan meningkatkan risiko bakteri masuk ke dalam luka. Bagi kita yang menjadikan gigit kuku sebagai pelampian stres, harus mencari cara lain, deh, untuk menenangkan diri jika nggak mau gigi rusak. Misalnya, memainkan cincin atau rambut.
Vini Damayanti
Foto: Fotosearch
Merusak manicure
Percuma pergi ke salon untuk perawatan kuku jika kita menggigitnya. Manicure kita yang seharusnya bisa bertahan selama seminggu jadi rusak hanya dalam hitungan sehari. Selain buang-buang uang, kuku kita juga terlihat jelek, deh.
Infeksi
Siapa yang menjamin kalau kuku kita bersih 100% dari kuman? Kita berisiko kena paronisia, nih, infeksi jaringan lunak di sekitar kuku jari, seperti yang diungkapkan Rochelle Torgensen, M.D., Ph.D, ahli kulit dari Mayo Clinic. Kulit di sekitar kuku pun berisiko merah dan bengkak sehingga terasa sakit sakit.
Kuku tumbuh aneh
Yap, kuku yang jadi terlalu pendek akibat digigiti terus menerus akan tumbuh berantakan alias bergelombang. Apalagi jika radang timbul di area tempat tumbuhnya kuku. Nggak ada harapan untuk memiliki kuku indah, deh.
Kutil menyebar
Jika ada kutil di kuku, kita akan berisiko menyebarkannya ke bagian tangan yang lain. Kutil timbul akibat virus human papilomavirus (HPV) yang dikenal mudah menyebar. Makin banyak kulit terbuka (termasuk akibat digigiti), makin besar risiko kutil itu menyebar.
Merusak gigi
Gigi depan rentan retak atau aus karena menggigit kuku. Akar gigi juga jadi pendek sehingga menyebabkan gigi mudah rontok. Menggigit kuku juga dapat memotong gusi dan meningkatkan risiko bakteri masuk ke dalam luka. Bagi kita yang menjadikan gigit kuku sebagai pelampian stres, harus mencari cara lain, deh, untuk menenangkan diri jika nggak mau gigi rusak. Misalnya, memainkan cincin atau rambut.
Vini Damayanti
Foto: Fotosearch


