Merasa cemas saat mau ujian atau ketemu camer, itu sih wajar. Tapi kalau bentar-bentar cemas tanpa sebab itu sudah nggak wajar. Bahkan bisa dikategorikan sebagai gangguan jiwa.Menurut psikiater dr. Andri, gangguan cemas yang istilah kerennya anxiety disorder adalah perasaan gelisah, panik, khawatir, tegang, takut kehilangan kontrol, maupun perasaan nggak menyenangkan lainnya tentang sesuatu yang akan terjadi.
Biasanya, perasaan ini disertai beberapa reaksi tubuh yang khas dan datangnya berulang. Diantaranya gemetar, keringat berlebih, sakit kepala, perasaan mual dan ingin muntah, jantung berdebar, hingga dada sesak.
"Gangguan cemas biasanya ditemukan pada individu dengan kondisi stres yang berkepanjangan, bukan stres yang datangnya tiba-tiba. Karena stres sudah terjadi sejak lama, individu sering nggak menyadarinya karena terasa seperti sesuatu yang biasa. Padahal, sebenarnya di dalam otaknya sudah mengalami kelelahan, sehingga timbul mekanisme alarm yang salah," jelas dr Andri.
Di Indonesia, kebanyakan yang mengalami gangguan cemas adalah individu dengan kisaran usia antara 30-50 tahun. Namun nggak menutup kemungkinan bisa terjadi pada usia 20-an juga. Apalagi jika selama ini sebenarnya kita mengalami stres berkepanjangan. CC


