Keluarga Thompson belajar hidup tapa tergantung wi-fi. Foto: VVS FilmsBanyak Gen X tumbuh besar dengan membaca buku-buku karya penulis legendaris Inggris, Enid Blyton, yang berfokus pada petualangan anak-anak mengeksplorasi sekeliling mereka. Judul-judul (versi Bahasa Indonesia) seperti Lima Sekawan, Sapta Siaga, hingga Malory Towers begitu dekat di hati pada masanya.
Karya-karya Enid Blyton bukan hanya menggugah imajinasi, tapi juga tetap relevan saat di adaptasi dalam era saat ini. Salah satunya adalah film The Magic Faraway Tree, yang merupakan adaptasi seri novel Faraway Tree, yang terbit dalam kurun waktu antara 1939-1951.
Film ini dibitangi Andrew Garfield (Tim Thompson), juga Claire Foy (Polly Thompson), Rebecca Ferguson (Dame Snap), Delilah Bennett-Cardy (Beth), Billie Gadsdon (Fran), Phoenix Laroche (Joe), Nicola Coughlan (Silky), Nonso Anozie (Moonface), Jessica Gunning (Dame Washalot), Dustin Demri-Burns (The Saucepan Man), Mark Heap (Mr. Oom Boom Boom), Oliver Chris (Mr. Watzisname) dan masih banyak lagi lainnya.
Keluarga Thompson yang terdiri atas Tim dan Polly bersama tiga anak mereka, Beth, Joe, dan Fran, terpaksa pindah ke desa terpencil di Inggris, yang belakangan diketahui sebagai tempat Tim menghabiskan mimpi-mimpi masa kecilnya.
Petualangan Beth, Fran, dan Joe bersama teman-teman peri mereka. Foto: VVS FilmsMasalah mulai muncul saat Beth dan Joe sangat tidak terbiasa untuk tinggal di pedesaan–rumah dari kayu, tidak ada listrik, tidak ada wi-fi–tanpa semua fasilitas khas urban yang mereka miliki dulu. Fran si anak kedua yang terlihat pendiam tanpa sengaja menemukan sebuah benda yang akhirnya menuntun fran ke sebuah dunia lain, dunia penuh fantasi milik para peri.
Benda itu adalah sebuah pohon tinggi dengan dahan besar yang dikenal dengan nama Faraway Tree. Pohon yang menyimpan keajaiban di balik batang dan cabangnya itu merupakan tempat tinggal Silky, peri yang Fran temui. Silky tinggal bersama teman-teman peri lainnya seperti Moonface, Dame Washalot dan Saucepan Man.
Tentunya petualangan mereka kurang seru tanpa kehadiran tokoh antagonis, yaitu Dame Snap, kepala sekolah galak yang sangat disiplin.
Dame Snap akan menghukum anak-anak yang tidak disiplin. Foto: VVS FilmsFilm dengan rating semua umur ini bisa jadi tontonan akhir pekan bersama keluarga. Ceritanya sangat relevan dengan keadaan Gen Alpha yang sangat tergantung pada gawai sehingga waktu bermain bersama teman dan keluarga berkurang.
Film ini ikut menyiratkan pesan bahwa sangat penting membangun kerja sama di dalam keluarga, menghargai perbedaan, serta mengajarkan anak-anak bahwa keberanian bukan sekadar tindakan fisik, melainkan kemampuan untuk mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama. Sebuah tema yang relatable banget dengan parenting versi 5.0.
The Magic Farway Tree mulai tayang 17 April 2026–siap-siap terhibur sekaligus pulang dengan hati lebih hangat. (f)
Baca juga:
David: Cerita tentang Kekuatan Sejati dari Doa Ibu dan Ketulusan
Hoppers: POV Berbeda dalam Memperkenalkan Seleksi Alam
Panda Plan: The Magical Tribe, Aksi Jackie Chan dan Panda Kesayangan yang Menggemaskan
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #reviews


