Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawasi Laisha Ramadhania. Busana: Wilsen Willim. Foto: Grego Gery (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)Bagi Nawasi Laisha Ramadhania yang akrab dipanggil Nawa, menjadi Pemenang I Wajah Femina 2025 bukan sekadar kemenangan di atas panggung. Ini adalah perjalanan panjang mengenal diri, memahami orang lain, dan tetap rendah hati di tengah sorotan.
“Sebenarnya aku ingin dikenal sebagai diri aku sendiri,” ujarnya pelan tapi mantap. “Aku gak terlalu ingin menunjukkan banyak gimmick. Aku ingin dikenal sebagai orang yang kreatif, bisa berkolaborasi, dan tetap profesional serta resilient di setiap hal yang aku lakukan.”
Komunikasi, kerja sama, empati
Sejak SMA, Nawa sudah terbiasa tampil di lingkungan penuh dinamika. Ia aktif di organisasi sekolah hingga menjadi Undersecretary of External Affairs dalam ajang Model United Nations. “Meskipun itu sudah lama, impact-nya besar banget,” kenangnya. “Aku belajar banyak soal soft skills mulai dari komunikasi, kerja sama tim, sampai empati, yang ternyata bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.”
Penampilan menawan Nawa di Malam Final Wajah Femina 2025; dalam kebaya Roemah Kebaya Vielga, busana Suedeson dan Danjyo Hiyoji. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra HagiansyahNawa percaya bahwa integritas dan empati adalah fondasi penting dalam setiap fase perjalanan hidupnya.
Bekal inilah yang ia bawa saat mengikuti Karantina Wajah Femina 2025. Baginya, ajang ini jadi ruang untuk belajar mengenal diri sendiri dan orang lain.
“Menurut aku, masa karantina itu bukan kompetisi. It’s technically a competition, tapi aku melihatnya lebih sebagai kesempatan belajar,” ujarnya sambil tersenyum. “Aku anaknya curious banget. Kalau ada sesuatu yang bisa bikin aku berkembang, aku ingin ikuti. Sayang banget kalau dilewati,” kata Nawa, yang kini sedang melanjutkan studi di Academy of Music and Performing Arts (AMPA) di Sydney, Australia.
Selama karantina, Nawa belajar bahwa kerja sama dan empati jauh lebih penting daripada rivalitas. “Kita, kan, punya sisi ‘rumit’ masing-masing,” katanya sambil tertawa kecil. “Makanya aku harus punya effort buat mengenal mereka. Ada istilah ‘tak kenal maka tak sayang’. Jadi aku berusaha memahami batasan dan karakter masing-masing supaya kita bisa sinergi, saling support, dan teamwork juga.”
Baginya, pengalaman ini menjadi refleksi berharga. “Aku [kembali] belajar komunikasi, kolaborasi, dan empati. Knowing what others need, what others do. Menurut aku, empati itu penting banget, karena setiap orang punya latar belakang yang berbeda,” kata perempuan Scorpio yang hampir berusia 22 tahun ini.
Karakter bicara di malam final
Malam Final Wajah Femina 2025 menjadi momentum tak terlupakan bagi Nawa, yang berusaha menghadirkan dirinya dengan percaya diri dan karakter yang kuat.“Aku harus bisa menunjukkan karakter aku, bukan cuma lewat baju,” ujarnya. “Misalnya aku gak suka bajunya, bukan berarti aku tampil setengah hati. Justru aku harus mengerti visi dari desainer dan tim stylist. Gimana caranya aku bisa embody this clothing with my personality.”
Dan pada malam itu, ia berhasil melakukannya. “Let it shine,” ceritanya penuh semangat. “Jangan malu-malu. Go all out. This is the final night. That’s what you need to do.”
Kemenangan bukan dari ambisi instan tapi buah proses panjang membentuk karakter diri. Foto: Dok. Femina/Nidia Okta ZuhayrDi balik karakter Nawa yang energik dan menguarkan positive vibes, tersembunyi pemikiran yang sangat dewasa ketika berada di situasi mendesak.
Saat ditanya tentang rahasia tampil percaya diri di malam final, Nawa punya trik sederhana yang menurutnya cukup berhasil dilakukan saat menghadapi juri; atur napas dan tetap tenang.
“Yang penting tenang dulu. Apa pun jawaban kamu, itu menggambarkan karakter kamu. Kalau kamu merasa jawabannya kurang, gak apa-apa. Yang penting pembawaan; semua, tuh, dari pembawaan dan attitude. Dalam situasi stres, kamu harus bisa navigate emosi dan stres kamu,” kata Nawa.
Kini, setelah dinobatkan sebagai Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawa bertekad menggunakan platform ini untuk memberi dampak positif. “Aku ingin menggunakan platform ini sebaik mungkin,” ujarnya. “Kalau bisa, kolaborasi dengan berbagai brands Indonesia, menunjukkan karakter dan citra aku. I would love to take any opportunities in the entertainment industry asalkan positif.”
Rasa ingin tahu yang besar membuat Nawa tak takut mencoba hal baru. “Aku ingin menunjukkan bahwa punya banyak minat itu gak apa-apa banget. Aku bisa jadi model, mungkin akting, punya podcast, jadi interviewer, atau bahkan dancer. Kita gak pernah tahu, tapi yang terpenting aku terus belajar dan berkembang.”
Terima kasih untuk kolaborasi sampul digital ini:
Fotografer: Grego Gery
Stylist: Dery Fitriawan
Busana foto utama: Wilsen Willim
Busana foto thumbnail: Wilsen Willim, Eridani
Aksesori: Riana Meilia Lombok NTB Pearls
Lokasi: Skala Studio Jakarta
Desain grafis: Papermint Studio, Yosef Sulistiantoro
Official hair styling tools: ghd indonesia
Official makeup: Sariayu Martha Tilaar
Official hairdo: Irwan Team Hair Design
Produser: Zornia Harisantoso, Tria Nuragustina, Martha Simanjuntak
Asisten produser & logistik: Bennita Luisa, Ratnasanti Sulistyorini
Wajah Femina 2025 didukung Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang berbagi visi untuk menginspirasi dan mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui kolaborasi dan karya nyata. (f)
Baca juga:
Malam Puncak Wajah Femina 2025 Hadirkan Perempuan Indonesia yang Berdaya, Bergaya, Berbudaya
Lily 2, Smart Jewelry untuk Wanita Aktif Masa Kini
Bersama Top Model District, Finalis Wajah Femina 2025 Berlatih Tampil di Catwalk
Laili Damayanti
Topic
#WajahFemina2025 , #PerempuanInspiratif , #NawasiLaisha , #BerdayaBergayaBerbudaya


