
Mendengar semua kisahnya bersama sang ayah, agaknya tak berlebihan jika femina mengatakan bahwa Nay adalah bungsu kesayangan Gus Dur. Mendengar ini, Nay mengulas senyum dan membuat sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan. “Kedekatan dengan Bapak itu sebuah proses yang panjang. Saya pernah marah karena Bapak jarang ada untuk saya,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat Nay, yang saat itu baru memasuki masa kuliah, memberontak dan protes.
“Masak saya lebih sering ketemu bapaknya teman saya, daripada bapak sendiri?” katanya waktu itu kepada Gus Dur. Kemarahan ini oleh sang ayah disikapi dengan hati terbuka. “Waktu itu Bapak minta maaf kepada saya,” kenang Nay.
Momen ini tidak hanya berhasil melumerkan hatinya yang mengeras, tapi menjadi titik balik yang menggerakkan dan menginspirasi di jalur perjuangannya saat ini. “Bapak tidak boleh bekerja dan capek sendiri. Saya harus membantunya dengan melakukan apa pun yang bisa saya lakukan,” ungkap Nay, yang masih setia menggenggam tekad yang sama untuk menyebarkan semangat cinta damai dan
pluralisme. (f)
Topic
#InayahWulandari, #WanitaHebat, #GusDur, #InayahWahid




