Career
Achmad Alkatiri 'Duta Wisata' Indonesia

16 Jan 2015

Di saat banyak orang memilih berlibur ke luar negeri, Mad—panggilan akrab Achmad Alkatiri—justru punya misi mengunjungi 34 provinsi di Indonesia. Tujuannya cuma satu, ingin membuat banyak orang tahu betapa indahnya Indonesia. Hebatnya, misi itu sukses diselesaikan April lalu.

Misi #34before25
“Tahun 2006, saya ikut pertukaran pelajar ke Australia. Ketika ditanya dari mana saya berasal, banyak yang nggak tahu Indonesia. Mereka baru ngeh ketika saya menyebut Bali. Itu pun mereka menganggap Indonesia bagian dari Bali, bukan sebaliknya. Ironis banget!
“Saya merasa harus berbuat sesuatu untuk menunjukkan bahwa tempat cantik di Indonesia bukan hanya Bali atau Lombok. Namun, bagaimana saya bisa mempromosikan Indonesia jika saya belum pernah mengelilinginya? Dari situlah muncul misi #34before25.
“Target saya, sebelum usia 25 tahun, saya harus sudah menginjakkan kaki di seluruh provinsi Indonesia. Saya mulai tahun 2007 dengan lokasi pertama Karimunjawa. Misi tersebut berakhir 26 April lalu, tepat di ulang tahun ke-25, dan Gorontalo jadi provinsi penutup.”

Mahal Itu Untung
“Saat menjalani misi #34before25, saya pilih lokasi secara acak. Namun, saya mendahulukan destinasi pantai karena suka banget wisata laut. Biasanya, sih, saya mengambil trip pendek saat weekend. Tapi pernah juga sampai dua minggu seperti saat ke Aceh-Sumatra Barat.
“Saya benar-benar menyisihkan uang untuk traveling. Zaman kuliah dulu, saya backpacking—menginap di homestay Rp 20.000 per malam sampai tidur di masjid. Barulah setelah bekerja, ada perbaikan taraf hidup, he he he. Saya juga beberapa kali mendapat sponsor sehingga bisa traveling gratis.
“Memang, sih, banyak yang mengeluhkan mahalnya biaya traveling di Indonesia. Padahal, itu justru bisa jadi filter untuk menjaga keindahan objek wisata. Bayangkan jika biaya ke Raja Ampat semurah ke Kepulauan Seribu—mungkin tempat itu sudah rusak dan dipenuhi sampah.”


























Memanfaatkan Media Sosial

“Selama traveling, saya selalu mem-posting foto di Twitter dan Instagram @madalkatiri. Tujuannya agar banyak orang tahu betapa cantiknya Indonesia dan tertarik menjadikannya destinasi traveling favorit.
“Saya juga sedang mempersiapkan blog yang nantinya berisi pengalaman selama traveling. Namun, saya ingin mengumpulkan kurang-lebih 20 tulisan dulu agar banyak cerita yang bisa dimuat. Nantinya, saya juga akan menampilkan banyak foto di blog saya itu.”

Promosikan Maluku
“Selain misi #34before25, saya membuat proyek Baronda Maluku yang bertujuan mempromosikan Maluku sebagai destinasi wisata yang aman. Soalnya, masih banyak yang takut ke Maluku karena menganggap Ambon penuh konflik. Memang dulu pernah ada konflik besar di tahun 1999, tapi sudah selesai sejak 2002. ?
“Saya membentuk tim yang terdiri atas buzzer, blogger, fotografer, dan videografer. Kami pergi mengeksplorasi Maluku selama enam hari, 25-30 Mei 2013. Asyiknya, kami berangkat dibiayai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena punya misi yang sama dengan mereka, yaitu memajukan pariwisata lokal.
“Selama traveling, buzzer saat itu, Marischka Prudence dan Riyanni Djangkaru, ‘pamer’ di media sosial untuk memancing keingintahuan orang. Setelah itu, blogger menceritakan pengalaman mereka sekaligus memberikan tip seputar traveling ke Maluku. Agar hasilnya maksimal, blogger menggunakan foto-foto dari fotografer. Nah, tim videografer membuat video untuk diunggah di YouTube.”


























Eksplorasi Sumatra Barat

“Baronda Maluku sukses meningkatkan wisatawan datang ke Maluku. Pantai Ora yang sebelumnya sepi, kini ramai banget. Tidak lama setelah proyek itu selesai, Garuda Indonesia pun menambah rute ke Ambon. Itu tandanya, permintaan ke Maluku semakin banyak.
“Kerja sama dengan Kemenparekraf pun kembali diteruskan. Tahun ini, kami membuat proyek Minangkabike untuk menunjukkan bahwa Sumatra Barat destinasi wisata yang ramah sepeda. Tim yang berangkat dirombak lagi, tapi ada sebagian yang merupakan tim Baronda Maluku. Saya berharap setiap tahun ada provinsi yang bisa kami eksplorasi dengan mengusung konsep seperti ini.”

‘Membentuk’ Duta Wisata
“Saya berkomitmen untuk terus mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Saya nggak pernah bosan menawarkan
kerja sama dengan Kemenparekraf agar hasilnya lebih maksimal dibanding kami jalan sendiri-sendiri.
“Saya berharap bisa membuat national gathering. Konsepnya adalah mengajak dua orang dari setiap provinsi di Indonesia untuk ke Jakarta. Di hari pertama, mereka akan diberikan berbagai macam ilmu untuk mempromosikan daerahnya, seperti fotografi, blogging, videografi, dan basic web development. Lalu, di hari kedua, ada traveler yang berbagi pengalaman untuk memotivasi mereka.
“Setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka punya modal untuk mulai promosi, misalnya lewat blog. Dengan begitu, lahirlah duta wisata dari 34 provinsi yang bisa memperkenalkan kelebihan Indonesia kepada khalayak luas.” CC



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?