
Foto: Fotosearch
Dana keperluan anak untuk jangka pendek dan jangka panjang tentulah perlu dipersiapkan. Seperti uang saku, baju, dan mungkin nantinya kalau dia sudah besar, mobil dan apartemen. Dari mana sebaiknya kita harus memulai?
Mari definisikan dulu tentang jangka pendek dan panjang ini. Dalam perencanaan keuangan, jangka pendek adalah segala tujuan yang akan terjadi dalam 3-5 tahun ke depan. Sementara jangka panjang biasanya untuk tujuan di atas 15 tahun. Definisi jangka waktu ini penting karena akan mempengaruhi alternatif produk yang akan kita gunakan.
Menurut konsultan finansial Ligwina Hananto, untuk jangka waktu pendek di bawah 3 tahun, sebaiknya menabung saja seperti biasa. Jika ingin membuat upaya menabung ini menjadi rutin, kita bisa menggunakan tabungan dengan jangka waktu 1-3 tahun yang tersedia di berbagai bank. Untuk jangka waktu 3-5 tahun, kita sudah bisa berinvestasi menggunakan produk seperti reksa dana pasar uang atau emas logam mulia.
Sementara untuk tujuan di atas 15 tahun, kita perlu melawan inflasi. Inflasi yang tinggi dan bergulung selama 15 tahun ke depan akan menyebabkan semua tujuan jangka panjang menjadi sangat besar. Nah, biasanya untuk tujuan ini kita bisa menggunakan produk seperti reksadana saham. Tetapi ingat ini adalah tujuan untuk anak – sementara anak kita yang masih kecil belum bisa memiliki rekening investasi atas namanya sendiri. Jadi saat rekening investasi ini kita buat atas nama sang ayah atau ibu, kita juga perlu menyiapkan surat yang menjelaskan bahwa rekening investasi tersebut adalah milik anak, namun untuk sementara disimpan atas nama orang tuanya. (f)
Topic
#bujetanak



