
Foto: Fotosearch
Dalam urusan keuangan, wanita lajang dan wanita menikah sama-sama gemar ‘berkubang dosa’. Nah, sebelum kadung masuk ‘neraka’, ada baiknya Anda buru-buru ‘bertobat’....
Memang ada benarnya jika wanita dan pria dikatakan berasal dari dua ‘planet’ yang berbeda. Wanita sebagai kaum Venus memiliki karakter yang peka, tidak tegaan, dan berorientasi pada hubungan. Sangat berbeda dari kaum Mars yang lebih sering main logika dan lempeng-lempeng saja.
Karakter-karakter khas wanita ini ternyata juga banyak berpengaruh terhadap cara mereka mengelola keuangan. Menurut Mike R. Sutikno, Managing Partner Mike Rini & Associates, setidaknya ada empat kesalahan yang kerap dilakukan wanita, baik lajang maupun menikah, dalam urusan keuangan.
1/ Wanita jarang membuat anggaran keuangan karena merasa urusan ini sangat ribet. Di mata kebanyakan wanita, membuat anggaran keuangan ibarat menyusun neraca perusahaan yang njelimet dan harus melibatkan ilmu akuntansi dan administrasi.
2/ Wanita tidak mempunyai tujuan keuangan secara spesifik. Kalau ditanya, mereka hanya menjawab ingin kaya dan hidup nyaman. Padahal, menurut Mike, jawaban itu belum lengkap. Jika ingin kaya, dalam artian punya rumah, mobil, dan simpanan di bank, para wanita juga harus mengetahui harga rumah, mobil, dan jumlah detail uang yang mereka simpan. Bahkan, mereka harus tahu, kapan waktu harus membeli dan menyimpan uang.
3/ Wanita jarang punya ‘plan B’. Mereka sering beranggapan, cinta akan membuat semua baik-baik saja. Padahal, siapa yang punya kemampuan menebak hari esok dan bencana yang akan datang bersamanya?
4/ Wanita suka berutang lewat kartu kredit. Gaya hidup konsumtif karena hobi belanja produk-produk fashion dan sejenisnya, membuat mereka lebih suka berutang ketimbang membayar tunai. Namun, Mike tidak berhenti di empat kesalahan ini saja. Ia juga menangkap adanya perbedaan pola pikir, bahkan pengambilan keputusan, dalam urusan keuangan antara wanita lajang dan menikah.
Joanita Roesma


