Terbuka
Orang asing, tuh, khususnya Eropa, lebih suka berbicara blak-blakan alias to the point. Berbeda memang dengan budaya timur yang cenderung tertutup dan menggunakan bahasa 'berbunga-bunga'.
Hal ini diakui Qissera el Thirfiarani, guru yang memiliki atasan orang Italia. Menurutnya sang bos hobi mengritik sang karyawan. Tapi di satu sisi, dia nggak keberatan jika anak buahnya memberi kritik. Intinya, sih, terbuka!
Wuri Parmaitri, Public Outreach and Civil Society yang bekerja pada orang Malaysia juga mengakui hal yang sama. “Selain bisa diajak berkonsultasi, bos selalu mendengarkan ide-ide yang diajukan anak buahnya sebelum mengambil keputusan. Saya jadi merasa lebih dihargai, tuh.”
Jujurlah padaku...
Salah satu karakter bos asing adalah disiplin pada setiap peraturan. Alia Dewi, Investor Relations, mengakui kalau bosnya akan bersikap tegas jika sang anak buah melakukan kesalahan. Kuncinya: jujur mengakui kesalahan.
“Kita cenderung jaim dan malu mengaku saat melakukan kesalahan. Padahal harusnya kita jujur dan tidak melempar kesalahan pada orang lain. Orang Jepang sangat menghargai kejujuran.”
Jangan ragu memperbaiki kekurangan diri seperti Alya. Berhubung ceroboh, dia pun membuat catatan tentang hal-hal yang harus dikerjakannya tiap hari. Nggak ada lagi, deh, pekerjaan yang terbengkalai. CC


