Napas acara
Ibarat garam, MC (Master/Mistress of Ceremony) juga berfungsi sebagai ‘bumbu penyedap’. Tanpa kehadirannya, acara bakal terasa garing dan nggak jelas alurnya. Makanya MC punya peran penting untuk menjaga kelangsungan acara secara berurutan.
Menurut Erwin Parengkuan, Managing Director dari TALK-inc., sebagai pembawa acara MC bertugas menyampaikan pesan serta menggerakkan atau mengatur orang-orang yang menghadiri acara tersebut.
“Dia pemberi jiwa yang memberikan napas untuk sebuah acara. Kalau nggak ada MC, acara nggak akan ada jiwa atau napasnya. Ibarat manusia jadi tinggal badan aja, kan,” kata Erwin.
Tapi untuk menguasai medan serta mencairkan suasana, bukanlah pekerjaan gampang. Kita nggak bisa cuma mengandalkan bakat terus nyemplung jadi MC. Banyak hal yang kudu disiapkan supaya bisa bertahan lama. Apa aja, sih?
Ini modalnya...
Tampil di atas panggung dengan dandanan keren pasti bisa dilakukan semua orang. Tapi belum tentu kita punya kemampuan berkomunikasi yang baik di hadapan orang banyak, apalagi bisa membawakan acara seperti MC sungguhan.
“Setiap acara, kan, mempunyai napas atau jiwa berbeda-beda. Makanya MC harus pandai berkomunikasi dan tahu bagaimana menempatkan dirinya sehingga bisa menggiring audiens ke dalam suasana yang diharapkan,” jelas Erwin.
Misalnya dalam acara resmi yang dihadiri banyak orang tua, nggak mungkin, dong, kita sok asyik menggunakan bahasa gaul. Bisa-bisa pesannya sendiri tidak sampai. Tapi begitu diminta ngemsi di acara ulang tahun ABG, sah-sah saja mengucapkan istilah slank.
Sebagai MC profesional, kita mutlak mengusai bahasa asing—minimal Bahasa Inggris. Kalau pun hanya bisa berbahasa asing secara pasif, setidaknya kita mengetahui bagaimana pengucapan bahasa tersebut dengan benar. Malu banget, kan, kalau kita sampai menyebut kata event seperti mengucapkan even! CC


