Pilih-pilih
Sebenarnya ada banyak pilihan yang bisa kita ambil sebelum mendapatkan pekerjaan impian. Bisa saja kita bantu teman yang punya usaha event organizer misalnya. Selain mengisi waktu kita juga bisa menambah pengalaman dan mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang baru. Atau, cari informasi dari tempat kita pernah magang saat kuliah, siapa tahu ada peluang terbuka yang bisa kita isi.
Wajar saja kalau kita menginginkan standar gaji yang memuaskan. Sebaiknya banyak tanya kanan kiri tentang standar gaji untuk fresh graduate di perusahaan yang kita incar. Dengan begitu, kita bisa memperkirakan berapa, sih, gaji yang bisa kita minta. Meskipun demikian, jangan membebani diri dengan standar gaji atau jenis pekerjaan tertentu. Semakin kita membatasi diri, semakin sulit kita mendapatkan peluang.
Tetap semangat!
Panggilan kerja nggak datang juga? Sahabat dekat sudah mendapatkan pekerjaan yang hebat? Nggak usah khawatir, karier yang tertunda bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya jadikan kondisi ini untuk menambah semangat dan rasa percaya diri. Yakinkan diri kita bahwa selalu tersedia tempat di luar sana, hanya saja kita belum menemukannya.
Cari kegiatan yang bisa menghasilkan sesuatu. Nggak musti menghasilkan uang, yang penting kita mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Kalau hobi bikin kue, buka buku resep yang belum sempat kita coba. Bisa saja kan teman nyokap yang mencicipi kue kita malah tertarik untuk mengajak berbisnis makanan kecil!
Anggap saja penundaan ini sebagai kesempatan untuk lebih mengembangkan diri. Coba, deh, diingat, kira-kira apa, sih, kekurangan kita sehingga belum juga dipanggil untuk sebuah pekerjaan? Manfaatkan jeda waktu ini untuk memperbaiki diri. Ikuti kursus-kursus yang bisa menunjang karier kita kelak, bisa kursus bahasa, keterampilan, atau pengembangan diri. Yakin, deh, nggak ada waktu yang terbuang percuma jika kita tahu cara memanfaatkannya. Jadi, selamat mencari pekerjaan, ya! CC


