Kedekatan seorang sekretaris dengan atasannya memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Karena seringnya frekuensi bersama ini, nggak sedikit pula atasan yang memilih sekretarisnya untuk menceritakan masalah pribadi mereka.
Tetapi kita mesti hati-hati dengan status kedekatan kita tersebut. Kita sebagai orang kepercayaannya harus menjaga mulut agar rahasia pribadinya tidak bocor di lingkungan kantor. Apalagi kalau rekan-rekan kerja kita sedang membicarakan berita terhangat tentang atasan, usaha kita harus lebih keras lagi untuk menahan diri nggak ikutan bergosip. Ingat, kita adalah salah satu orang kepercayaannya.
Sebagai seorang sekretaris yang profesional, kita harus dengan tepat menempatkan posisi kita kapan menjadi teman dan kapan menjadi rekan kerja. Salah satu cara untuk mengerem diri sendiri adalah tidak bergabung dalam klik mana pun di kantor.
Siap Nggak Libur
Sebagai asisten pribadinya, nggak jarang kita harus mengorbankan waktu libur kita untuk 'jaga kantor' jika atasan dinas ke luar negeri. Tak jarang walaupun sedang istirahat di rumah, telepon selular, agenda, dan jadwal atasan nggak bisa lepas dari tangan kita. Sewaktu-waktu atasan butuh atau kehilangan sesuatu yang berhubungan dengan tugasnya di sana, dia bisa dengan cepat memperolehnya dari kita.
Tugas sekretaris juga bisa disamakan dengan satpam yang harus selalu siap sedia. Supaya dia nggak ngerepotin kita terus-terusan selama dinas, persiapkan semua kepentingan beliau sebelum pergi dengan baik dan teliti. Kalau perlu lakukan double check. Dibutuhkan dedikasi yang tinggi dengan segala konsekuensi yang sama sekali nggak mudah untuk menjadi sekretaris andal.
Mungkin awalnya kita merasa sebal karena harus masuk kantor sementara orang lain sedang berlibur. Tapi itu sebenarnya hanya masalah kebiasaan saja, kok. Kalau sudah ketemu slag-nya, semua pekerjaan nggak sesulit yang kita rasakan sebelumnya. Asal pengaturan waktu yang tepat dan kita efektif mengerjakan semua pekerjaan kita, pasti kita bisa menyelesaikannya tepat waktu.


