Memuluskan jalan
Penampilan—yang meliputi cara kita membawa diri dan berpakaian serta merias wajah, sangat berpengaruh pada penilaian seseorang. Ngaku, deh, kita pasti merasa nyaman berinteraksi dengan klien yang memiliki penampilan rapi dan sopan. Jika klien memakai celana jeans robek-robek, kemungkinan besar rasa hormat kita padanya jadi berkurang.
“Ibaratnya memilih kado, kita pasti lebih suka kado dengan kemasan menarik dan rapi dibandingkan kado yang dibungkus kertas koran dan kotor. Makanya, jaga penampilan agar kita mendapat kesan positif dari rekan kerja dan klien. Nantinya, seiring berjalannya waktu, keahlian dan kreativitas juga menjadi sarana penilaian,” kata Wesmira Parastuti (Mia), konsultan karier dari Wesmira Consultant .
Masih ada lagi keuntungan dari penampilan oke, yaitu bertambahnya peluang kita untuk mengembangkan karier. Misalnya kita dan rekan kerja memiliki keahlian yang setara, tapi penampilan kita lebih meyakinkan dibandingkan sang rekan. Jika atasan ingin mengangkat salah satu karyawan untuk dipromosikan, peluang kita pasti lebih besar, tuh!
Sesuaikan!
Yang namanya penampilan, tuh, mesti disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Saat menghadiri acara ulang tahun kantor yang diadakan di malam hari, misalnya, kita tentu nggak diwajibkan memakai blazer dan rok. Jika kantor nggak menetapkan dress code, kita bisa memakai dress atau busana kasual.
“Sesuaikan penampilan dengan jenis acara yang kita hadiri. Tamu undangan yang datang, waktu dan tempat berlangsungnya acara juga berpengaruh. Jika datang ke acara family gathering, sah-sah saja kita memakai pakaian kantor yang semi kasual dan memadukannya dengan aksesori yang cocok,” jelas Mia.
Dalam memilih busana, jangan ragu untuk mix and match. Jadi meski persediaan pakaian, sepatu dan tas terbatas, kita tetap bisa menghasilkan beragam


