Kerja sudah setengah mati tapi promosi jabatan belum juga dapat. Kenapa ya….
Terlalu sensitif
Jadi atasan memang nggak gampang. Mereka memiliki tanggung jawab besar, termasuk bertanggung jawab atas hasil kerja bawahan-bawahannya. Kalau performa kerja kita bagus, poin plus buat kita, tinggal tunggu waktunya saja. Sementara kalau yang terjadi sebaliknya, siap-siap, deh, dapat teguran. Kadang, nih, atasan kita langsung mungkin mau memaklumi kesalahan kecil yang kita lakukan, tapi ketika dia mendapat tekanan dari big boss, kita juga yang kena batunya.
Sekarang tinggal gimana kita menyikapinya. Kalau atasan baru ngomong satu kalimat, kita menyanggahnya beralinea-alinea, bukannya memahami, mereka justru akan menganggap kita memang salah. Bersikap defensif, membantah dan menolak mentah-mentah perkataannya, cuma akan mengurangi nilai kita di mata mereka.
Cobalah berbesar hati menerima masukan dan kritik. Don’t take it personally. Toh, mereka bukan mengeritik pribadi kita tapi pekerjaan kita. Kalau kita terlalu masukin ke dalam hati, akan sulit bagi mereka untuk menyampaikan masukan secara jujur dan apa adanya pada kita. Kalau begini, kita sendiri yang akan sulit berkembang dan rugi sendiri.
Lagipula kritik adalah sesuatu yang biasa, beda pendapat dalam rapat juga sangat normal. Kalau atasan merasa kita belum siap untuk hal-hal seperti itu, dan kita nggak mau berubah juga, lebih baik kubur, deh, harapan kita untuk naik jabatan. CC


