Career
Lawan Penindas di Kantor!

12 Jul 2010

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami stres dalam pekerjaan kita. Tapi apakah perlakuan atasan benar-benar sudah kelewatan? Apakah dia memberi kita  proyek 'ajaib' dengan deadline yang lebih tidak masuk akal? Apakah bos sering mempermalukan kita dengan marah-marah di depan rekan sekerja? Jika ya, itu tandanya kita pernah mengalami kasus penyelewengan atau ‘sikut-sikutan’ di tempat kerja.

Sang pelaku
Pelakunya adalah provokator dan penindas yang terus-terusan memperlakukan seseorang di kantor dengan semena-mena, tidak perduli jender, ras ataupun usia. Si pelaku akan memberi tugas yang banyaknya tidak masuk akal termasuk pekerjaan yang tidak perlu, irasional, dan bahkan mungkin yang seharusnya tidak termasuk dalam job description kita.

Berhubung tidak ada hukum yang dibuat untuk mengatur masalah ini, jelas saja kasus seperti ini jadi semakin menjamur. Padahal sebenarnya kasus ini 4 kali lebih banyak dibanding kasus penyelewengan seksual di tempat kerja. Di Amerika, satu dari enam orang mengalami kasus sikut-sikutan di tempat kerja karena sifat pekerjaan yang keras dan kompetitif.

Siapa sasarannya?
Kasus sikut-menyikut di tempat kerja bisa menimpa berbagai macam tipe orang, tapi ada beberapa karakteristik mendasar yang dimiliki hampir setiap korbannya. Korban sangat setia dengan tugas-tugasnya dan biasanya lebih terampil. Mereka sangat memahami lingkup pekerjaan mereka, lebih mudah disukai orang dan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?