Career
Betah, Terpaksa, atau….

12 Jul 2010

Sesudah hampir tiga tahun, kita masih betah berdiam-diam di kantor yang sama, sementara teman-teman kita sudah berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ikutan pindah atau bertahan saja, ya?

• The Right Person at the Right Place

Periksa apa yang menjadi nilai pribadi kita. Jika kita cenderung lebih senang menolong orang, kita bisa merasa terperangkap dalam pekerjaan yang  justru mencari-cari kesalahan orang lain seperti auditor. Kita juga bisa mendeteksinya dari tugas-tugas yang kita sukai.  Jika kita menyukai satu hal, kita akan tidak pernah merasa capek mengerjakannya, bahkan nggak jarang sampai lupa makan dan istirahat.   

• Jelajahi Peluang dan Kemungkinan

Keputusan berganti pekerjaan, atau bahkan karier pasti diiringi banyak kendala seperti usia, gaji, latar belakang pendidikan, dan pengalaman. Kabar baiknya adalah peluang dapat diciptakan sehingga tidak terbatas.  Kendala bisa kita balik menjadi peluang, asalkan tahu cara yang tepat. 

Misalnya, dari segi usia kita sudah terlambat untuk memulai karier sebagai arsitek.  Tapi berbekal pengalaman kerja di bagian humas atau marketing,  kita tetap bisa bergabung dengan rekan-rekan yang memiliki jasa konsultasi arsitektur.  Semua pengalaman pasti ada gunanya!

• Bikin Langkah Konkret

Sekadar ingin dan mengkhayal punya pekerjaan yang oke dengan penghasilan tak terbatas memang mengasyikkan.  Tapi jika kita benar-benar ingin mewujudkannya, diperlukan persiapan dan pemikiran yang matang. Rencana konkret yang membutuhkan tenaga dan waktu jelas penting banget untuk memetakan kembali karier kita atau bahkan menciptakan tujuan karier baru. 

Contohnya, nih, kita bermimpi membuka usaha sendiri, yang tentu saja butuh modal yang tidak sedikit.  Untuk keadaan ini, kita memang kudu sedikit ‘bersabar’; sambil terus bekerja di kantor yang mungkin kurang sreg, kita tetap bisa mencicil untuk mewujudkan  mimpi tersebut.  Sambil bekerja, nggak ada salahnya jika kita belajar dari rekan-rekan kerja atau bos, bagaimana membuat business plan, belajar manajemen, marketing, dan finance.  Sama-sama untung, kan? CC



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?