- Siap mental
Sejak awal bekerja, kita kudu mengenali kemampuan kita sesungguhnya. Apakah kita mampu bekerja di pertambangan yang mengharuskan kita masuk ke lubang-lubang gelap? Kalau ada perasaan takut dan was-was, kita juga harus belajar untuk menghilangkannya.
“Jika seseorang bisa menangani rasa takut dan emosinya, maka kemungkinan dia bertahan dengan pekerjaannya sangat besar. Meskipun perempuan, dia harus bisa bekerja sama dengan anggota timnya yang kebanyakan laki-laki. Jadi sebisa mungkin, hindari pikiran 'Saya, kan, perempuan, jadi jangan dikasih tugas berat.' Kalau pikiran ini masih ada, bisa-bisa perempuan ini malah merepotkan timnya,“ kata Zainoel B. Biran, konsultan psikologi dari Daya Insani, yang juga dosen psikologi di UI.
- Kondisi prima
Tubuh kuat nggak berarti harus memiliki otot besi. Modal utama kita adalah badan yang sehat. Jadi, usahakan menjaga kesehatan dengan meminum berbagai macam vitamin, supaya kekebalan tubuh meningkat. Nggak mau, kan, pas kita sudah niat mau menjadi relawan di Aceh, eh... kita malah menjadi salah satu korban yang kelelahan.
Sebisa mungkin, kita harus jaga pola makan kita. Soalnya, nih, pekerjaan-pekerjaan lapangan menuntut kita untuk selalu bergerak, sehingga menghabiskan banyak tenaga. Ibarat mobil, kita juga butuh bensin yang cukup untuk 'berjalan'. CC


